Ekonomi dan Bisnis

Sepekan Setelah Lebaran 2019, Gadai Emas di Kota Banjarmasin Naik Hingga 30 Persen

Aktifitas gadai emas yang kembali ramai. Umumnya, gadai emas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pascalebaran yang cukup banyak terkuras.

Sepekan Setelah Lebaran 2019, Gadai Emas di Kota Banjarmasin Naik Hingga 30 Persen
banjarmasinpost.co.id/mariana
Transaksi di Pegadaian Syariah Cabang Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fenomena tebus emas selama bulan Ramadan atau tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu, cenderung mengalami peningkatan sebesar 10 persen.

Setelah memasuki H+7 Lebaran, aktifitas gadai emas yang kembali ramai. Umumnya, gadai emas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pascalebaran yang cukup banyak terkuras.

Area Micro & Pawning Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Banjarmasin, Muhammad Denny Ramadhan menjelaskan, terjadi peningkatan transaksi gadai emas meskipun belum siginifikan.

"Gadai baru meningkat 30 persen di BSM, karena arus balik mudik pekan depan diperkirakan akan ramai. Kemungkinan mulai pekan depan terjadi gadai yang lebih signifikan," jelas Denny sapaannya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (12/6/2019).

Demi meningkatkan transaksi gadai, pihaknya memberikan harga spesial bagi nasabah gadai baru dan komitmen gadai lebih dari sebulan.

Baca: Pasca Libur Lebaran Idul Fitri 2019, Layanan Pembuatan SIM di Polres Banjarbaru Masih Normal

Terdapat pula hadiah spesial bagi nasabah gadai baru dengan nominal tertentu, disertai diskon biaya administrasi.

"Untuk nasabah gadai ada program Berkah Emas berhadiah umrah khusus transaksi cicil emas dan gadai emas," ungkapnya.

Ditambahkannya, produk gadai emas dan cicil emas menyasar segmen ibu rumah tangga, karyawan dan masyarakat umum. Bagi nasabah gadai dan cicil, berhak mendapatkan diskon pemesanan Save Deposit Box.

Berbeda halnya dengan Pegadaian Syariah, Pimpinan Cabang, Nurul Minawati menuturkan, kuantitas transaksi antara tebus dan gadai sama besarnya.

"Dari Senin lalu setelah libur panjang, Pegadaian Syariah dipenuhi nasabah. Hingga saat ini transaksi yang dilakukan 50 persen berbanding 50 persen antara tebus dan gadai," jelasnya.

Seperti tahun sebelumnya, dia pun memprediksi kenaikan transaksi gadai bakal terjadi terutama memasuki pertengahan semester II 2019 nanti. Umumnya dana dari gadai dibutuhkan untuk keperluan sekolah maupun kuliah anak.

Baca: Aturan Penyertaan Modal ke PT Jamkrida Oleh Pemprov Kalsel Masih Digodok di DPRD Kalsel

Sementara itu, harga emas sendiri mengalami kenaikan pascalibur Lebaran berakhir. Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meningkat Rp 19.000 atau sekitar 3,2 persen menjadi Rp 638.000 per gram, Rabu (12/6/2019).

Di Butik Emas Logam Mulia (LM) Banjarmasin terjadi kenaikan transaksi brankas atau tabungan emas, sebagaimana diutarakan Kepala Butik Emas LM Banjarmasin, Thamrin Latief.

"Di LM tidak ada gadai emas, namun ada sejenis tabungan emas bernama Brankas. Dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama yakni Juni mengalami kenaikan 30 persen untuk transaksi ini," paparnya.

Sementara untuk perbandingan selama bulan Ramadan dengan bulan pascalebaran, masih tinggi bulan Ramadan karena menurutnya Butik LM baru kembali beroperasional mulai 10 Juni lalu. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved