Berita Nasional

Temui Saksi dan Tersangka Kerusuhan 22 Mei, Kontras Minta KOmnas HAM dan Ombudsman Lebih Aktif

Kontras menemukan dugaan pembatasan akses terhadap saksi maupun tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019 oleh pihak kepolisian.

Temui Saksi dan Tersangka Kerusuhan 22 Mei, Kontras Minta KOmnas HAM dan Ombudsman Lebih Aktif
tribunnews
Kerusuhan pada Aksi massa 22 Mei 2019 menolak hasil Pilpres 2019 di Jakarta? Nyaris seperti Tragedi 98 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras)  minta lembaga negara seperti Komnas HAM, Ombudsman dan LPSK lebih aktif setelah menemukan dugaan pembatasan akses terhadap saksi maupun tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019 oleh pihak kepolisian.

Dilansir dari Kompas.com, hal tersebut didasarkan pada pengaduan keluarga yang melapor ke Kontras.

"Kontras menemukan adanya pembatasan akses terhadap saksi maupun tersangka. Berdasarkan pengaduan yang kami terima, orang-orang yang ditangkap kesulitan dalam bertemu dengan keluarganya," ujar Deputi Koordinator Kontras Feri Kusuma di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Feri mengatakan, Kontras juga menemukan bahwa saksi maupun tersangka juga tidak mendapatkan bantuan hukum dari penasihat hukum.

Menurut Feri, hal tersebut bertentangan dengan Pasal 60 KUHAP yang menyatakan setiap tersangka berhak untuk menerima kunjungan dari keluarganya.

Baca: Balasan Menohok Ashanty Saat Anang Hermansyah Protes Soal Mantan, Sindir Syahrini & Krisdayanti?

Baca: Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya yang Masih 13 Tahun, Guru Ini Terancam Dipenjara 30 Tahun

"Berdasarkan temuan itu, kita harap kepolisian terbuka dan transparan ya dengan melibatkan lembaga swadaya masyarakat juga," kata Feri.

Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi Kontras, Rivanlee Anandar menambahkan, penemuan Kontras tersebut berasal dari pihaknya yang sempat membuat posko pengaduan terkait kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 tersebut.

“Ada 7 laporan ke kita terkait kerusuhan tersebut, itu setelah digabung dengan laporan dari LBH Jakarta. Kami sempat membuka posko pengaduan selama empat hari,” kata Rivanlee.

Berdasarkan temuan ini, Kontras meminta lembaga negara, seperti Komnas HAM, Ombudsman, dan LPSK proaktif menjalankan perannya dalam menangani kasus ini.

(Penulis : Christoforus Ristianto/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temui Saksi dan Tersangka Kerusuhan 22 Mei, Ini Keterangan yang Didapatkan Kontras"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved