Berita Tanahbumbu

Andi Tanra Berharap Ada Solusi Pemerintah Daerah dan Pusat, Bantu Percepat Mengakhiri Banjir

Seperti terjadi di desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir. Sejak banjir meredam, hingga berita dilansir aktivitas masyarakat di wilayah tersebut lumpuh

Andi Tanra Berharap Ada Solusi Pemerintah Daerah dan Pusat, Bantu Percepat Mengakhiri Banjir
Kades untuk banjarmasinpost.co.id
Beberapa warga yang bertahan di rumah mereka membuat apar-apar di depan rumah untuk mengatasi banjir di Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahbumbu masih menjadi momok bagi sebagian warga terdampak. Banjir selain merusak fasilitas umum, juga mengakibatkan aktivitas warga lumpuh.

Seperti terjadi di desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir. Sejak banjir meredam, hingga berita dilansir aktivitas masyarakat di wilayah tersebut lumpuh total.

Berdasar keterangan Kades Serdangan Andi Tanra, sampai sekarang air masih merendam rumah-rumah warga.

"Di dalam rumah saya (Kades) setinggi lutut orang dewasa. Hari ini air terus naik walau pelan. Ditambah curah hujan deras tadi subuh," ujar Andi Tanra kepada banjarmasinpost.co.id.

Menurut Andi akibat masih naiknya volume air, selain rumah warga satu desa masih terendam. Sejumlah fasilitas umum seperti jalannjuga terdampak,

"Untuk jalan poros lumpuh total, tidak bisa dilalui kecuali menggunakan perahu," katanya.

Baca: Kajari Tanbu Ajak Pegawai Nabung Buat Bekal Akhirat. Kumpulkan Bantuan Pegawai untuk Korban Banjir

Baca: Turut Dayung Perahu Karet, Bupati Tanahbumbu Sudian Noor Pantau Banjir di Desa Bekarangan

Akibatnya 187 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 529, sempat terisolasi. Tercatat dari tadi pagi, hanya 3 KK atau 6 jiwa yang dijemput keluarganya.

Sementara puluhan KK lagi, terpaksa memilih tinggal di rumah-rumah mereka. Dengan membuat apar-apar untuk menghindari banjir.

Selain aktivitas masyarakat lumpuh total, banjir juga merendam lahan pertanian seluas sekitar 150 hektare.

"Banjir diakibatkan selain curah hujan sangat deras juga air kiriman dari sungai kusan," katanya.

Apalagi lanjut, Andi desa Serdangan lahan rawa gambut sehingga sangat rentan banjir.

"Ini tidak mengejutkan masyarakat dikarenakan setiap tahun (Serdangan) memang sering banjir," pungkasnya.

Walau persoalan banjir di Serdangan tidak bisa dipungkiri, Andi tetap berharap kepada pemerintah daerah. Bahkan pemerintah pusat mengambil langkah kongret mengatasi banjir terjadi di desa mereka.

"Paling tidak membantu mempecepat turunnya air, misal membuat kanal agar ketika banjir air cepat surut," tandas Andi kepada banjarmasinpost.co.id.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved