BUMI SELIDAH

BLK Batola Kembali Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

UNIT Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar Pelatihan Berbasis Kompentensi (PBK).

BLK Batola Kembali Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)
HO/Humas Pemkab Batola
Pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di BLK Batola di Marabahan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - UNIT Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar Pelatihan Berbasis Kompentensi (PBK).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat UPTD BLK Jalan Jenderal Sudirman Komplek KTM Cahaya Baru Marabahan ini dibuka Bupati Hj Noormiliyani AS melalui Asisten Bidang Pemerintahan, M Anthony, Rabu (12/06/2019).

Pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 13 Juni – 17 Juli ini dibuka diikuti 64 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia.

Pembukaan pelatihan yang sudah keduakalinya ini dihadiri Kepala Disnakertrans Provinsi Kalsel H Sugian Noorbah, Kadisnakertrans Batola Muhammad Hasbi, Kadisnakertrans Tala Masturi, serta Kepala UPTD BLK Batola Sahminan, serta perwakilan BLK Bekasi bekerjasama dengan BLK Batola.

Asisten Bidang Pemerintahan M Anthony menerangkan, BLK merupakan program utama Bupati Hj Noormiliyasi AS. Menurutnya, bupati telah lama memperjuangkan berdirinya UPTD BLK ini. Karenanya, dengan dilaksanakannya pelatihan tentu saja mendapat sambutan positif dari bupati.

“Bupati sangat mendukung program kerja yang dilaksanakan BLK ini. Beliau bersama-sama dinas terkait akan terus memperjuangkan segala kelengkapan BLK termasuk fasilitas-fasilitas yang belum tersedia,” ucap Anton (sapaan M Anthony) sembari berharap seluruh peserta untuk serius dan bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan.

Anton juga menyebut, hadirnya BLK dengan segala kegiatan yang dilaksanakan akan membuka kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan skill dan keterampilan untuk bisa bersaing di dunia usaha serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Sebelumnya, Kepala UPTD BLK Batola Sahminan menerangkan, pelatihan tahap II ini memberikan materi kejuruan berupa service sepeda motor konvensional, teknologi pengolahan hasil pertanian (pembuatan roti dan kue), teknologi informasi dan komunikasi (operator basic office), serta operator menjahit pakaian dasar (garment apparel) dengan masing-masing peserta 16 orang.

“Pelatihan-pelatihan yang ada telah melalui traing neet analysis (TNA),” ucapnya. (*/Aol)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved