BPOST Cetak

Dosen Transportasi FT ULM Iphan F Radam : Kapal Wajib Terdaftar

setiap kapal penyeberangan harus memenuhi kelaikan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan dan tentunya harus terdaftar

Dosen Transportasi FT ULM Iphan F Radam : Kapal Wajib Terdaftar
ist
Iphan F. RadamDosen Transportasi FT ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dosen Transportasi FT ULM Iphan F Radam mengatakan, Keselamatan, keamanan, kenyamanan, kemudahan, keterjangkauan dan kesetaraan menjadi standar pelayanan penumpang yang harus dipenuhi di dalam kapal angkutan penyeberangan. Hal ini sudah diatur dalam Permenhub Nomor 39 Tahun 2015.

Oleh karena itu setiap kapal penyeberangan harus memenuhi kelaikan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan dan tentunya harus terdaftar. Kapal yang laik operasi akan menurunkan potensi kecelakaan.

Pada kondisi arus lebaran, aktivitas pergerakan meningkat, tidak terkecuali angkutan penyeberangan.

Keinginan sebagian besar penumpang untuk lebih cepat dan dapat tempat malah mengakibatkan ketidaknyamanan.

Pola pikir ini perlu diubah menjadi lebih selamat dan aman.

Baca: Angkutan Sungai di Kalsel Mendesak Dibenahi, Nakhoda Abaikan Rompi Pelampung

Baca: Direskrimum Polda Kalteng Kombes Ignatius Agung Prasetyoko : Terduga Teroris Diintai Selama 6 Bulan

Baca: Mengunjungi Perajin Alat Musik Dayak di Gunungmas, Kecapi Harmuda Sampai ke Selandia Baru

Baca: Sanksi 15 ASN di TanahbumbuTunggu Hasil Sidang Tim, Gara-gara Tidak Masuk Kerja Usai Cuti Lebaran

Tentunya hal ini harus didukung dengan penjadwalan pelayanan yang lebih banyak dan terkontrol sesuai dengan kebutuhan, supaya waktu tunggu tetap tidak lama dan tidak terjadi kelebihan muatan.

Selain itu untuk mengurangi risiko kecelakaan yang lebih fatal, penumpang juga harus bijaksana untuk mematuhi aturan seperti menggunakan baju penolong (life jacket) dan menempati tempat duduk yang sudah disediakan.

Penyediaan baju penolong sudah menjadi salah satu standar keselamatan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan yang diatur dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2015.

Sedangkan penggunaan tempat tidak sesuai dengan peruntukannya dapat mengakibatkan kondisi kapal rentan tidak stabil.

Baca: Umur 93 Tahun, Dr Mahathir Mohammad Tetap Energik, Ini Rahasia Diungkap Perdana Menteri Malaysia

Baca: Begini Reaksi Maudy Koesnaedi Saat Lihat Respon Penonton Si Doel The Movie 2, Ingat Masa Lalu

Baca: Gading Marten Dijodohkan dengan Putri Menteri Susi, Roy Marten : Nggak Ngebayangkan Besanan Menteri

Dari sisi regulator, aturan tentang penyelenggaraan angkutan penyeberangan sudah tertuang dalam Permenhub Nomor 104 Tahun 2017 termasuk untuk lintas penyeberangan yang menghubungkan simpul pada jaringan jalan dalam kabupaten/kota.

Intinya semua dilakukan untuk menciptakan transportasi yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan berdaya guna, dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Dari ketiga aspek diatas, baik dari aspek penyelenggara, aspek pengguna, dan aspek pengatur dapat bersinergi sama-sama berperan untuk menciptakan transportasi yang berkeselamatan, maka dampak kecelakaan yang tidak diinginkan dapat dikurangi. (banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved