Berita Internasional

Duterte Larang Anaknya Jadi Presiden Filipina, ''Mereka Tidak Akan Menghormatimu. Para Sialan Itu''

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan kepada keluarganya untuk menjauhi keinginan mengikuti langkahnya untuk menjadi presiden.

Duterte Larang Anaknya Jadi Presiden Filipina, ''Mereka Tidak Akan Menghormatimu. Para Sialan Itu''
YOUTUBE / THE STRAITS TIMES
Seekor kecoa terlihat hinggap di lengan kiri Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat pidato di Provinsi Bohol, Rabu (8/5/2019). 

Sara Duterte-Carpio, dikenal juga sebagai Inday Sara, sudah mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi Wali Kota Davao, peran yang sama sebelum menjadi presiden.

BANJARMASINPOST.CO.ID, CAGAYAN DE ORO CITY - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan kepada keluarganya untuk menjauhi keinginan mengikuti langkahnya untuk menjadi presiden.

Sara Duterte-Carpio, dikenal juga sebagai Inday Sara, sudah mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi Wali Kota Davao, peran yang sama sebelum menjadi presiden.

Diwartakan Newsweek Rabu (12/6/2019), sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kandidat kuat orang nomor satu Filipina, dengan Duterte-Carpio juga menyiratkan minat.

Namun dalam pidatonya di Cagayan De Oro City, Duterte mengungkapkan pemerintahan yang penuh korupsi dan kritik yang terus berhembus membuatnya mempertanyakan motivasinya dulu.

"Saya kehilangan gairah untuk bekerja. Sejujurnya, saya menyesal. Saya menyesal mengapa dulu maju sebagai Presiden Filipina," katanya dikutip PhilStar.

Karena itu begitu spekulasi bermunculan mengenai peluang anaknya menjadi presiden, Duterte mengaku dia langsung melarang anaknya meneruskan jejaknya.

Baca: Fakta Lain Bocah 10 Tahun Diduga Dibakar Temannya, Polisi Ungkapkan Soal Kelalaian dan Semburan Api

Baca: Petani Desa Hiyung Kabupaten Tapin Gelisah, Tanaman Lombok Membusuk Akibat Serangan Benda Ini

Baca: Ojek Online Bebas Terafkan Tarif Diskon, Kemenhub: Kita Kembalikan Kepada KPPU

"Saya bilang kepadanya 'Jangan lakukan itu. Engkau tidak akan kuat. Mereka tidak akan menghormatimu. Para sialan itu'," kata presiden berjuluk The Punisher itu.

Duterte kemudian beralih mengomentari Senator Antonio Trillanes IV yang merupakan pengkritik terbesarnya, serta oposisi lain sebagai "tentara kasar" yang tak mendapat apapun.

Presiden yang akrab disapa Digong itu juga mengaku sangat kesal dengan korupsi di tubuh pemerintahan Filipina yang disebutnya "tidak akan bisa diatasi" oleh negara.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved