Berita Banjarbaru

Fakta Penyakit yang Diderita Warga Banjarbaru Pascalebaran, dari Nyeri Ulu Hati Hingga Rasa Terbakar

Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) menjadi penyakit yang lebih banyak ditangani pasca Lebaran 2019 di RSD Idaman

Fakta Penyakit yang Diderita Warga Banjarbaru Pascalebaran, dari Nyeri Ulu Hati Hingga Rasa Terbakar
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Gedung modern RSUD Idaman Banjarbaru di Jalan Trikora. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) menjadi penyakit yang lebih banyak ditangani pasca Lebaran 2019 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.

Baru sepekan pasca lebaran, berdasarkan data dari RSD Idaman Banjarbaru, sudah ada delapan kasus penderita gerd yang ditangani.

Gerd merupakan gangguan asam lambung yang diderita seseorang dengan ciri kondisinya ditandai dengan adanga nyeri pada ulu hati. Juga kerap merasakan sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju Esofagus.

"Badan terasa tidak nyaman, perasaan juga tidak tenang. Terkadang sakit di perut, nanti sakit di ulu hati bahkan bisa sesak nafas juga," kata Asrani, Kamis, (13/6).

Warga Banjarbaru ini mengatakan dirinya sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami penyakit maag akut atau gerd yang bisa kumat saat salah makan.

Baca: Race di Trans 7! Live Streaming Free Practice & Kualifikasi MotoGP Catalunya 2019 Seri 7 MotoGP 2019

Baca: LIVE INDOSIAR - Live Streaming Final NBA 2019 Toronto Raptors vs Golden State Warriors di Vidio.com

Baca: Persaingan Verrell Bramasta dan Natasha Wilona Setelah Kabar Putus, Miliki Pasangan Masing-Masing?

"Jangan sampai salah makan, tidak boleh makan pedas dan bersantan. Biasanya langsung beraksi kalau makan pedas dan bersantan," jelasnya.

Sampai saat ini dirinya masih menjalani pengobatan rawat jalan dengan mengkonsumsi obat dokter dan obat herbal.

Kasi Bina Mutu Pelayanan RSD Idaman Banjarbaru Harun Arrasyid mengatakan penyakit Gerd masih mendominasi pasca lebaran ini, meski tidak signifikan.

"Setelah lebaran, sekitar satu pekan ini sudah ada delapan kasus gerd yang ditangani. Kasus ini masih yang terbanyak dibanding jenis penyakit lainnya," katanya.

Untuk pelayanan seperti biasa dan tidak ada kendala. Kamar masih tersedia, obat-obatan juga ada dan pelayanan tetap normal. Rata-rata juga yang pasien gerd tidak sampai rawat inap, hanya rawat jalan

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved