Breaking News:

Pilpres 2019

Gugatan Sengketa Pilpres, KPU Serahkan 272 Boks Dokumen

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan 272 kotak berisi alat bukti terkait gugatan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke MK

Editor: Hari Widodo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) dan Saksi dari Paslon nomor urut 01 dan 02 berjabat tangan usai pengumuman hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/5/2019) dini hari. Proses rekapitulasi nasional KPU untuk Pilpres dinyatakan selesai dengan pasangan nomor urut 01 meraih total 85.036.828 suara atau 55,50 persen dan pasangan nomor urut 02 meraih total 68.442.493 suara atau 44,50 persen dari jumlah suara sah sebesar 154.257.601 auara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dia mengatakan KPU akan mempertanggungjawabkan keputusannya mengenai perolehan suara Pasaran Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin yang berada di atas perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga.

Prabowo dalam video yang diterima pada Selasa (11/6), menegaskan dirinya dan Sandiaga telah memutuskan untuk menempuh jalur hukum terkait sengketa hasil Pilpres yang diumumkan KPU beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu Prabowo meminta pendukung mereka bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi apapun keputusan MK atas sengketa tersebut.

“Kita percaya pada hakim MK. Apapun keputusannya kita sikapi dengan dewasa, tenang, berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara. Itu sikap kami dan permohonan kami. Percayalah niat kami untuk kepentingan bangsa negara, umat dan rakyat,” ujar Prabowo.

Selama Sidang Sengketa Pilpres, Ketua Umum Partai Gerindra itu pun meminta para pendukungnya agar tidak menggelar unjuk rasa atau demonstrasi di MK.

Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim kuasa hukum dalam sidang tersebut. Selain itu, ia ingin menghindari provokasi dan fitnah.

Baca: Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Polisi Ungkap Tersangka Dijanjikan Pekerjaan di Kalteng

Baca: Gading Marten Dijodohkan dengan Putri Menteri Susi, Roy Marten : Nggak Ngebayangkan Besanan Menteri

Baca: Kerap Berbusana Seksi, Kekasih Kevin Aprilio Jadi Sorotan, Vicy Melanie Ngaku Disuruh Pacar

Prabowo menekankan, sejak awal dirinya dan Sandiaga berpandangan bahwa aksi menyatakan pendapat di muka umum harus dilaksanakan dengan damai dan antikekerasan.

Seperti diketahui, unjuk rasa menolak hasil pemilu di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei lalu berujung kerusuhan.

“Kami sama sekali tidak ingin ada kerusuhan apapun di negara ini, bukan seperti itu penyelesaiannya. Karena itu saya dan Sandiaga Uno berharap semua pendukung kami selalu tenang dan sejuk, damai dan berpandangan baik serta laksanakan persaudaraan dan semangat kekeluargaan sesama anak bangsa,” kata Prabowo. (ant/kompas/dtc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved