Berita Kalteng

Kemensos Turunkan Tim ke Kalteng Tangani Keluarga Terduga Teroris yang Terpapar Radikalisme

Penyidik Polda Kalimantan Tengah hingga, Kamis (13/6/2019) terus melakukan proses hukum terhadap dua tersangka teroris benama Tommy dan Abdullah.

Kemensos Turunkan Tim ke Kalteng Tangani Keluarga Terduga Teroris yang Terpapar Radikalisme
tribunkalteng.com/faturahman
Kapolda Kalteng dan unsur pimpinan daerah di Kalteng saat menggelar konferensi pers perkembangan penanganan kasus teroris di Mapolda Kalteng, Kamis (13/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Penyidik Polda Kalimantan Tengah hingga, Kamis (13/6/2019) terus melakukan proses hukum terhadap dua tersangka teroris benama Tommy dan Abdullah yang merupakan buron Polri ditangkap di Palangkaraya.

Dua orang tersangka teroris tersebut merupakan bagian dari kelompok Abu Hamzah meruoakan jaringan teroris yang selama ini bermarkas di Gunung Salak Aceh, sedangkan Tommy sendiri adalah kelompok Uzla yang berada di Kalteng.

Dari sebanyak 34 orang yang diamankan polisi dalam penggerebekkan di Palangkaraya dan Kabupaten Gunungmas, tersebut, sebanyak 32 orang lainnya saat ini dititipkan di rumah singgah Dinas Sosial Kalteng untuk dilakukan pembinaan dengan pengawasan polisi

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, dalam jumpa pers, Kamis (13/6/2019) menerangkan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan hingga saat ini baru dua orang yang ditetapkan tersangka sedangkan yang lainnya masih terus dilakukan pendalaman.

Baca: GPS iPhone Korban yang Dirampas Menyala, Dua Begal di Samarinda Tertangkap dan Diamuk Massa

"Untuk anak-anak dan wanita saat ini ditangani oleh tim dari kementerian sosial yang didatangkan oleh pusat, mereka yang terpapar ditangani oleh tim kemensos pusat, dibantu oleh lembaga lainnya seperti MUI dan Kemenag juga lembaga lainnya," ujarnya.

Dikatakan, sebanyak 32 orang yang diamankan dalam penggerebekkan di Palangkaraya dan Gunungmas sebagian dititipkan ke Dinas Sosial dan saat ini ditangani oleh tim Kemensos Pusat , namun terus dipantau petugas dalam pembinaanya, petugas tetap standby untuk menjaga mereka.

Kepala Balai Anak yang memerlukan perlindungan khusus dari Kementerian Sosial Pusat, Neneng Heriyani, saat menjelaskan metoda penanganan warga yang terpapar radikalisme.
Kepala Balai Anak yang memerlukan perlindungan khusus dari Kementerian Sosial Pusat, Neneng Heriyani, saat menjelaskan metoda penanganan warga yang terpapar radikalisme. (tribunkalteng.com/faturahman)

Sementara itu, anggota tim dari Kementerian Sosial Pusat Neneng Heriyani , mengatakan, saat ini pihaknya menangani anak-anak dan perempuan yang terpapar dari jaringan tersebut, di rumah singgah panti sosial yang ditangani oleh pekerja sosial dan psikolog.

"Pemeriksaan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak, untuk tahap awal pemeriksaan kesehatan , asesmen dan pemeriksaan psikologis mereka, kami memang petugas khusus untuk penanganan korban terpapar radikalisme," ujar Kepala Balai Anak yang memerlukan perlindungan khusus dari Kementerian Sosial Pusat. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved