Berita Banjarmasin

KONI Kalsel Targetkan 13 Emas di PON, Tapi Ini Kendalanya

Ketua Umum KONI Kalsel, H Bambang Heri Purnama mengaku kontingen Banua harus bisa lebih baik lagi dari PON sebelumnya di Jawa Barat

KONI Kalsel Targetkan 13 Emas di PON, Tapi Ini Kendalanya
banjarmasinpost.co.id/frans
Ketua Umum KONI Kalsel, Bambang Heri Purnama (kanan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Meski dalam kondisi yang tidak menentu akibat transisi pengelolaan cabang olahraga ke Dispora Kalsel dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020 namun
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel tetap percaya diri.

Bahkan target meraih medali pun sudah dicanangkan yakni 13 emas dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan.

Ketua Umum KONI Kalsel, H Bambang Heri Purnama mengaku kontingen Banua harus bisa lebih baik lagi dari PON sebelumnya di Jawa Barat.

"Perolehan medali PON XIX 2016 di Bandung mengalami peningkatan dibanding PON XVIII 2012 di Riau. Jadi saya tetap optimistis bisa meraih 13 medali emas PON XX 2020 di Papua," ujarnya usai memimpin rapat intern, Rabu (12/6) siang di Banjarmasin.

Baca: Ketangkap Basah Curi Kabel Seharga Rp150 Juta Milik PT LBP, Loteh Dijebloskan ke Penjara

Baca: Aksi Ibu Ayu Ting Ting Setelah Postingannya Dikaitkan dengan Raffi Ahmad, Umi Kalsum Tuliskan Ini

Baca: Gaji ke-13 PNS Bakal Cair Bulan Ini, Begini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Baca: Mau Roboh, Mohon Bantuan Rehab Rumah

Pada perhelatan PON XVIII 2012 di Riau, kenangnya, meraih 5 emas, 12 perak, dan 19 perunggu di peringkat 18 nasional.

Sedangkan PON XIX 2016 di Bandung, Kalsel mendulang 9 emas, 10 perak, dan 18 perunggu.

"Kalau dipersiapkan dengan optimal, terget tersebut bakal terpenuhi," ucapnya.
Bambang menjabarkan 13 emas yang mereka canangkan ditargetkan dari cabang gulat sebanyak empat emas, menembak empat emas, tinju, kempo dan biliar satu masing masing satu emas.

"Kita juga berusaha agar loncat indah juga bisa menyumbang satu emas dan cabor lainnya juga semoga bisa berusaha," ujar anggota DPR RI asal Kalsel ini.

Namun keluh Bambang saat ini KONI di bidang pembinaan prestasi mengaku keberatan dengan sistem pengembangan atlet di Kalsel.

"Keberatan dari Binpres untuk mekanisme atlet dan pelatih yang masuk program Wasaka. KONI kini tidak bisa langsung membimbing, menegur atau memanggil harus ke Dispora dulu," ujar Bambang.
Mekanisme ini banyak memakan waktu sebab Kini harus berkirim surat ke Dispora lalu menunggu ditandatangani dan sebagainya. Hak ini beda saat penanganan ditangani KONI Kalsel sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved