Berita Banjar

Lebaran Berlalu, 13 Perkara Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama Martapura

Pasca Hari Raya Idul Fitri, perkara perceraian di Pengadilan Agama Kelas IB Martapura masih tinggi.

Lebaran Berlalu, 13 Perkara Perceraian Terdaftar di Pengadilan Agama Martapura
banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaili
Panitera Pengadilan Agama Kelas IB Martapura, Mukhyar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 H, perkara perceraian di Pengadilan Agama Kelas IB Martapura masih tinggi.

Sejak Senin (10/6/2019), sudah ada 13 perkara perceraian yang terdaftar, terdiri dari 10 cerai gugat yang diajukan istri dan tiga cerai talak, atau permohonan suami untuk mencerai istri.

Panitera Pengadilan Agama Kelas IB Martapura, Mukhyar mengatakan, berdasarkan pengamatannya surat gugatan maka alasan yang dominan adalah perselisihan dan pertengkaran suami istri yang terus menerus.

Belum bisa diketahui pasti karena belum tahap persidangan.

"Angka ini masih seperti tahun sebelumnya, karena periode sampai Juni 2019 per 13 Juni sebanyak 433 perkara. Angka perceraian di Kabupaten Banjar cukup tinggi, kondisi ini membuat kami prihatin. Penyebabnya, faktor tertinggi adalah perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga," katanya, Kamis (13/6/2019).

Baca: Pulang ke Banjarmasin, Female DJ Renny Bukan Manggung Ternyata untuk Ini

Baca: Simbol Cinta Gading Marten dan Gisella Anastasia Dibongkar VJ Laissti yang Sempat Suapi Ariel NOAH

Baca: Dianggap Tak Bermanfaat, Ternyata Ampas Teh Memiliki Manfaat Kesehatan, Simak 5 Khasiatnya

Baca: Pengakuan Nagita Slavina Terkait Mantan Raffi Ahmad Buat Anang Hermansyah dan Ashanty Gemas

Dia menjelasan, pada 2017 perkara yang diselesaikan ada 1.155 perkara.

Jenis perkara yang menonjol, yakni cerai talak 186 perkara yakni percaraian yang diajukan suami kepada istri, cerai gugat jumlahnya 678 perkara yakni perceraian yang diajukan istri kepada suami.

“Cerai gugat mendominasi setiap tahun, penyebabnya yang menonjol ada beberapa faktor,” imbuhnya.

Disebutkannya selain faktor perceraian, perselisihan yang terus menerus, faktor ekonomi, meninggalkan salah satu pihak atau tidak ada kabar, karena biasanya salah satu pihak menjalani hukuman dalam penjara dan istri tidak sabar menunggu, dan ada kekerasan dalam rumah tangga.

Kalau faktor penyebab lainnya seperti zina, mabuk dan narkoba, judi, poligami, kawin paksa, murtad tidak ada. Faktor penyebab perceraian didominasi kelima faktor yang disebutkannya diatas.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved