Tajuk

Merapatkan Barisan Mengamankan Banua

terduga teroris bisa saja merambah ke hampir seluruh negeri demi ambisiya.

Merapatkan Barisan Mengamankan Banua
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penangkapan dua tersangka teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Nanggroe Aceh Darussalam di Palangkaraya Kalimantan Tengah dalam penggerebekan di bedakan Jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut Palangkaraya, masih menyisakan ketegangan.

Terlebih lagi bagi mereka yang memang memiliki andil dalam pelarian hingga persembunyian di wilayah Bumi Tambun Bungai ini.

Setidaknya inilah yang menjadi gambaran, terduga teroris bisa saja merambah ke hampir seluruh negeri demi ambisiya.

Ambisi yang membuat kita semua terperangah tentang menghidupkan kembali Daulah Islamiyah yang mereka dengungkan. Tapi benarkah?

Penyidik Polda Kalteng masih menelusuri berbagai keterkaitan dalam penangkapan terduga teroris asal Aceh ini. Rabu (12/6) ini pun, penyidik Polda Kalteng masih melakukan penyelidikan mendalam.

Baca: Sambutan Mulan Jameela dan 3 Putra Maia Estianty Saat Ahmad Dhani Dipindah ke Cipinang Setelah Vonis

Baca: Sosok Suami Citra Monica yang Laporkan Ifan Seventeen Bukan Orang Biasa, Bawa Bukti Hasil Visum?

Baca: Direskrimum Polda Kalteng Kombes Ignatius Agung Prasetyoko : Terduga Teroris Diintai Selama 6 Bulan

Baca: Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Polisi Ungkap Tersangka Dijanjikan Pekerjaan di Kalteng

Memang sejauh ini hanya dua terduga teroris yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya memang menjadi buronan kelas kakap Mabes Polri diantaranya berinisial Tom dan Abd. Keduanya pun diamankan di Polda Kalteng.

Sedangkan lainnya yang tidak kurang dari 30 orang termasuk perempuan dan anak-anak, dititipkan Dinas Sosial Kalteng, KPAI / P2TP2A/ Bapas serta Kemenag.

Kenapa mereka memilih Kalteng dan Kalimantan umumnya sebagai pelarian. Tentu ada alasannya. Setidaknya, Bumi Borneo bisa dibilang sebagai daerah teraman di seantero Tanah Air ini.

Apalagi, dilihat dari kondisi bentang alam Kalimantan yang banyak hutan, daerah terpencil dan sungai-sungai pedalaman yang sulit dijangkau serta luas Pulau Kalimantan yaitu 743.330 kilometer persegi. Dengan kondisi demikian, Kalimantan tak heran menjadi sasaran persembunyian bagi terduga teroris.

Mempersempit ruang gerak teroris memang diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada warga, terutama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca: Berharap Dapatkan Banyak Remisi, Ini yang Dilakukan Roro Fitria Selama di Lapas

Baca: Gading Marten Dijodohkan dengan Putri Menteri Susi, Roy Marten : Nggak Ngebayangkan Besanan Menteri

Memang, Bumi Kalimantan selama ini terpelihara aman dan damai. Namun jangan sampai anugerah itu membuat kita lalai dari kewaspadaan mengantisipasi masuknya berbagai ancaman, terutama aksi dan gerakan para pelaku teroris.

Jangan lagi sampai disusupi kelompok-kelompok yang mengancam keamanan dan kedaulatan NKRI.

Pemerintah daerah ,TNI Polri dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu merapatkan barisan dalam menangkal berbagai macam upaya ataupun gerakan yang mengancam bangsa. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved