Berita Banjarbaru

Pemprov Kalsel akan Usulkan Sebanyak 72 Titik Geosite Meratus ke KCAG Nasional

Sebagai usaha untuk memberikan perlindungan, sekaligus pengembangan sebagai objek wisata di dalam Geopark Meratus Kalimantan Selatan.

Pemprov Kalsel akan Usulkan Sebanyak 72 Titik Geosite Meratus ke KCAG Nasional
Istimewa
Gua Batu Hapu Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai usaha untuk memberikan perlindungan, sekaligus pengembangan sebagai objek wisata di dalam Geopark Meratus Kalimantan Selatan, tim di Pemprov Kalsel mengusulkan beberapa titik dari Geopark Kalsel diusulkan kedalam Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Nasional.

Tim ahli geologi yang juga Dosen Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta, Jatmika Setiawan, di sela rapat koordinasi KCAG di kantor ESDM, Kamis (13/6/2019) mengatakan bahwa Pemerintah Kalsel melanjutkan Geopark Meratus Kalsel dengan memasukkan ke KCSG adalah hal penting. Karena ada suatu perlindungannya jika sudah masuk di KCAG.

"Tahun 2019 ini Kalsel ajukan 72 titik Geosite menjadi perlindungan secara nasional sebagai Kawasan cagar alam geologi nasional. Dimana berkas kami susun dan September ini kita serahkan ke Kementerian ESDM, untuk dinilai kawasan cagar alam Kalsel. Semoga bisa segera dinilai dan secepatnya bisa mendapatkan sertifikat perlindungan KCAG," kata Jatmika.

Kata Jatmika, pihaknya dan peneliti sudah meyakini adanya temuan temuan dato berbagai macam batuan ini bisa masuk dalam KCAG. Sebanyak 72 Titik itu tersebar di Kalsel.

Baca: SBMPTN 2019, UGM Bakal Terima 3.090 Mahasiswa, Sudah Ikut SNMPTN 2019 Tidak Diperbolehkan Mendaftar

Dimana Meratus itu kita kaji adalah ofiolit batuan dasar laut yang terangkat ke permukaan dan membentuk pegunugan Meratus.

"Hal ini dibuktikan dengan beberapa temuan kami. dan kajian kami. Didukung dengan beberapa morfologi lanscape yang indah dan berbagai macam fosil dan prosesnya. Saya yakin ini bisa masuk ke tahap proses KCAG," lontar Jatmika.

Dia juga menyebutkan, bukan hal mustahil Kalsel mengajukan diri menjadikan Geopark Pegunungan Meratus Internasional.

"Peluangnya tentu sangat terbuka, tinggal melengkapi semua persyaratan," runutnya.

Dikatakan Jatmiko, ada beberapa keuntungan ketika menjadi geopark internasional. Salah satunya adalah dipromosikan di jaringan geopark dunia.

"Foto-foto geopark akan disebarluaskan melalui jaringan geopark dunia, sehingga orang-orang luas akan semakin cepat mengetahui. Selain itu pembinaan juga dilakukan oleh UNESCO," katanya.

Baca: Andi Tanra Berharap Ada Solusi Pemerintah Daerah dan Pusat, Bantu Percepat Mengakhiri Banjir

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved