BPOST Cetak

Berharap Kapal Penyeberangan Diawasi

Cepat Itulah alasan sejumlah warga Kalimantan Selatan menyeberangi sungai dengan menggunakan kapal penyeberangan yang dikelola secara pribadi.

Berharap Kapal Penyeberangan Diawasi
BPost Cetak
Keluarga Teroris dibina 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Cepat dan cepat. Itulah alasan sejumlah warga Kalimantan Selatan menyeberangi sungai dengan menggunakan kapal penyeberangan yang dikelola secara pribadi.

Padahal rata-rata kapal tersebut minim peralatan keselamatan seperti rompi pelampung.

“Dengan menggunakan kapal penyeberangan ini bisa memangkas waktu dari rumah menuju tempat kerja. Tinggal menyeberang saja, saya sudah sampai di tujuan,” kata Aman, yang menggunakan perahu penyeberangan Banjar Raya Kota Banjarmasin-Tamban Kabupaten Baritokuala, kemarin. Aman merupakan warga Tamban yang bekerja di Banjarmasin.

Kalau menggunakan jalur darat, kata Aman, bisa memakan waktu berjam-jam. ”Kalau melalui jalan darat saya harus melewati Jembatan Barito,” katanya.

Selain cepat sampai, tarif kapal dinilai murah.

Baca: Keluarga Tersangka Teroris di Palangakaraya Dibina

Baca: X-Men Dark Phoenix Tayang di Bioskop Hari Ini, Simak Fakta Film Baru Ini

Baca: Instagram Down Kembali Jelang Sidang MK Hari Ini, Bagaimana dengan WhatsApp dan Facebook?

Baca: Potret Akhirat Kita

Tidak takut kapal terbalik atau karam? “Takut juga. Tapi kapal penyeberangan ini adalah pilihan paling efisien, cepat dan murah,” ujarnya.

Lain lagi dengan Yadi. Warga Banjarmasin ini mengaku sangat terbantu dengan adanya kapal penyeberangan ini.

“Saya mau menjenguk keluarga di Mekarsari. Kalau ingin bepergian ke Tamban, Mekarsari dan Tabunganen, bisa lebih cepat,” ujarnya.

Yadi mengakui kapal tidak menyediakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung. Oleh karena itu Yadi berharap instansi berwenang melakukan pengawasan untuk menghindarkan hal-hal yang tak diinginkan terjadi seperti kecelakaan.

Nakhoda perahu penyeberangan Banjar Raya-Tamban, Herli, mengatakan lalu lintas angkutan sungai ini cukup tinggi. “Satu hari saya bisa menyeberangkan kapal sebanyak 13 kali atau bolak-balik 26 kali,” ujar nakhoda KM Misbahul Munir ini.

Saat ini, kata Herli, ada tiga kapal yang beroperasi. “Biaya menyeberangan Rp 7 ribu per orang,” ujarnya.

Herli mengaku sudah empat tahun menjadi nakhoda. “Saya selalu memperhatikan keamanan menumpang. Saya selalu melakukan perawatan kapal. Selain itu ada pengecekan rutin dari petugas mulai mesin, lambung hingga lainnya,” ucapnya.

Baca: Fakta Luna Maya Pendam Perasaan Pada Faisal Nasimuddin, Karena Janji Pada Reino Barack?

Baca: Kembaran Redmi K20 Diluncurkan di Spanyol, Begini Penampakan Mi 9T

Baca: Curanmor Marak di Palangkaraya, Ditinggal Tidur Sepeda Motor Deny Raib Diparkir Depan Kos

Nakhoda, menurut dia, tak hanya bisa menyetir, namun juga harus ikut pendidikan dan latihan yang diadakan pemerintah.

“Dulu mengeluarkan surat izin mengemudikan kapal adalah dinas perhubungan namun saat ini adalah syahbandar. Jadi harus ada surat seperti SIM lah,” katanya.

Penyeberangan sungai di Kalsel menjadi sorotan setelah terjadi dua kecelakaan di Sungai Barito saat perayaan Idulfitri. Satu orang tewas dalam kecelakaan. (kur/dwi/ogi)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved