Berita HSS

Hasil Rakor Diperindag HSS : Pangkalan Wajib Sediakan Elpiji 5,5 Kg untuk Rumah Makan dan ASN

Kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram, serta melambungnya harga elpiji bersubsidi tersebut, disikapi Dinas Pedagangan Hulu Sungai Selatan

Hasil Rakor Diperindag HSS : Pangkalan Wajib Sediakan Elpiji 5,5 Kg untuk Rumah Makan dan ASN
Dinas Perdagangan HSS
Rapat koordinasi Dinas Perdagangan HSS, Pertamina dan Agen Elpiji di Aula Kantor Dinas Perdagangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram, serta melambungnya harga elpiji bersubsidi tersebut, disikapi Dinas Pedagangan Hulu Sungai Selatan, dengan melakukan rapat koordinasi bersama pihak Pertamina dan para agen di HSS. Hasil rakor tersebut menghasilkan beberapa poin kesepakatan.

Kepala Dinas Perdagangan HSS, Sufiani, kepadabanjarmasinpost.co.id , Jumat (14/6/2019) menjelaskan, rapat dilaksanakan Kamis 13 Juni tersebut antara lain menyepakati, Pangkalan Induk diwajibkan menyediakan elpiji tabung isi 5,5 kilogram untuk rumah makan dan para ASN.

"Kami menyampaikan terimakasih kepada pemilik rumah makan dan para aparatur sipil negera (ASN) jika sudah menggunakan elpiji 5,5 kilogram. Sebab, elpiji isi tiga kilogram itu diperuntukkan bagi masyarakat miskin," kata Sufiani.

Selain itu disepakati pula, Pertamina segera mendistribusikan elpiji bersubsidi ke 16 pangkalan untuk wilayah Daha, wilayah Kandangan sesuai jadwal.

Baca: Sinopsis Happy New Year, Shah Rukh Khan & Deepika Padukone Jadi Pencuri Berlian, Tayang di Indosiar

Baca: Hasil Latihan Bebas 1 MotoGP Catalunya Spanyol 2019 Jumat (14/6) Marc Marquez Jadi yang Tercepat

Baca: Saat Syahrini & Reino Barack Mesra di New Zealand, Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Rencanakan Ini

Pihak Pertamina pun diminta segera mengevaluasi dan mengawasi pangkalan dalam menyalurkan elpiji bersubsidi. Secara bertahap, pangkalan membuka cabang pangkalannya dengan kouta yang telah diberikan, agar warga bisa membeli elpiji di tempat terdekat dari tenmpat tinggal.

"Jika sangat diperlukan, pihak Agen bisa melaksankan operasi pasar di titik-titik tertentu," kata Kadis Perdagangan.

Sementara itu, Pemkab HSS pernah mencanangkan Gerakan ASN menggunakan elpiji 5,5 kilogram, yang diperuntukkan bagi kalangan masyarakat menengah.

"Pencanangan oleh Wabup pada 2018 lalu, tapi masih banyak yang menggunakan elpiji tiga kilogram, yang peruntukannya bukan untuk kalangan menengah keatas," kata Sufiani.

Diakui, karena sifatnya imbauan, sulit untuk mewajibkan sehingga hanya berharap kesadaran masing-masing individu untuk tak mengambil hak masyarakat miskin.

Seperti diberitakan banjarmasinpost.co.id sebelumnya, sejumlah masyarakat di Kecamatan Daha, yaitu Daha Barat, Daha Selatan, dan Daha Utara di beberapa desa kesulitan membeli elpiji bersubsidi isi tiga kilogram.

Kalaupun ada, harganya melambung yaitu dikisaran Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per tabung. Camat Daha Barat Kusiri mengatakan, kelamgkaan elpiji tiga kilogram tersebut terjadi sejak akhir Ramadha atau menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah lalu sampai sekarang.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved