Nostalgia Barang Antik dari Masa ke Masa

Menjalankan Komputer Harus Pakai Ini, Sekarang Jadi Benda Antik

Benda penyimpan data ini sekaligus sebagai 'kunci' menjalankan PC sebelum era Windows (pertengahan 90-an).

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Disket Komputer yang begitu populer di tahun 1990 an 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski komputer sudah digunakan secara umum mulai 70-an, namun untuk di Indonesia kategori komputer rumahan atau PC (personal computer) baru popular pada awal 90-an.

Kursus komputer saat itu marak. Satu yang umum dimiliki para peserta kursus adalah disket. Benda penyimpan data ini sekaligus sebagai 'kunci' menjalankan PC sebelum era Windows (pertengahan 90-an).

Ikhwan, praktisi komputer di Banjarbaru, mengatakan, ia masa ingat ketika tahun 93 menjelang lulus SMA ikut kursus komputer dan mesti punya disket.

"Disket ini bisa dibeli di tempat kursus, toko komputer atau toko alat tulis. Ukurannya 5,25 inchi. Kalau ingin menjalankan program komputer harus pakai disket. Kalau tidak, yang muncul di layar hanya sistem operasi," jelasnya.

Disket 5,25 inchi pernah terkenal dengan kapasitas yang hanya sebesar 720 KB. Kemudian adalagi disket 3,5 inchi, LS-120 atau tape drive.

Baca: Stok Darah Menipis, Ketua PMI Tanbu Ajak ASN Berpartisipasi Kegiatan Donor Darah

Baca: Mie Tarik di Sante Barbeque Aneka Masakan Asia Yang Bikin Unik

Baca: Peringatan Sahabat Maia Estianty Saat di Korea, Cuek dengan Momen Ahmad Dhani & Mulan Jameela?

Baca: Syahrini Gagal Hamil di New Zealand? Reino Barack Bawa Inces Bulan Madu Lagi ke Pulau Impian

"Disket 5,25 inci sering disebut floppy B. Sedangkan disket 3,5 inci, sebutannya floppy disc," terang Ikhwan.

Ia juga masih menyimpan satu set disket merk Verbatim yang berisi software Microsoft DOS versi 6 dan Windows versi 3.1.

"PC sekarang sudah tidak menyediakan slot atau drive disket. Kalau produk dulu, pastilah ada. Sebab disket itu perlu untuk media menginstal aneka software ke PC termasuk game," paparnya.

Dalam proses penginstalan Windows misalnya, harus ditunggu satu per satu disket bekerja. Jadi selesai satu disket, masukan lagi disket berikutnya sesuai petunjuk di layar monitor.

"Jika drive disket tak bisa membaca data. Ada kemungkinan room kotor. Makanya dulu itu ada cairan pembersih yang diteteskan ke disket pembersih. Masukan ke drive dan akan memutar sendiri untuk membersihkan room," beber Ikhwan.

Diakuinya, salah satu kekurangan disket ini adalah mudah rusak. Jika tidak cermat menyimpan, bisa berjamur atau datanya tak terbaca lagi.

Baca: Penyebab Instagram Down Terjawab, Apakah Whatsapp Down Juga Saat Sidang Mahkamah Konstitusi (MK)?

Baca: Era Home Video Player, Video Serial Kungfu Jadi Favorit Tontonan

Baca: Siswa Peraih UN Tertinggi di Tapin Dapat Beasiswa, Segini Besarnya

"Tapi masih saya simpan untuk kenangan yang menandai inilah perjalanan dunia komputer zaman dulu," tandasnya.

Saat ini floppy disk bisa dibilang barang langka, karena sudah tergusur dengan media penyimpanan lain seperti CD-RW, DVD-RW, Flash disk atau Zip drive, hard disk eksternal, BlueRay yang mampu menyimpan data dalam Gigabyte, sementara untuk hard disk sudah ada yang memiliki kapasitas lebih dari 1 Terabyte.

Masih mau bernostalgia dengan produk jadul? Ayo klik lagi tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved