BPost Cetak

Polisi Kawal Komisioner KPU

Menjelang sidang perdana sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6), polisi memperketat penjagaan terhadap komisioner KPU

Polisi Kawal Komisioner KPU
BPost Cetak
Menjelang sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6), polisi memperketat penjagaan terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menjelang sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6), polisi memperketat penjagaan terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selain di kantor KPU, polisi ditempatkan di rumah dinas Komisioner. “Ya ada (polisi) yang ikut dengan kami, tapi bagi saya biasa saja,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantornya, Kamis (13/6).

Menurut Arief, dirinya dan komisioner lainnya tidak merasa terganggu dengan ancaman dari pihak luar. Mereka masih nyaman bekerja. “Sampai hari ini tidak ada gangguan apapun,” ujar dia.

Sebanyak 1.100 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan sweeping terhadap kendaraan yang menuju Jakarta di Kerawang. Ini untuk mencegah warga yang hendak menuju MK.

“Imbauan juga kita sudah lakukan agar masyarakat tetap di Karawang. Percayakan saja seluruh keputusanya kepada pimpinan sidang MK, mari kita jaga keamanan ini bersama-sama,” kata Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Endang Sumardi.

Baca: Mahasiswi ULM Boyong Empat Gelar dari Filipina, Flora Kenakan Busana Putri Junjung Buih

Baca: Keluarga Tersangka Teroris di Palangakaraya Dibina

Baca: Fakta Luna Maya Pendam Perasaan Pada Faisal Nasimuddin, Karena Janji Pada Reino Barack?

Baca: Instagram Down Kembali Jelang Sidang MK Hari Ini, Bagaimana dengan WhatsApp dan Facebook?

Petugas gabungan yang terdiri atas 800 personel Polri dan 300 personel TNI itu juga fokus melakukan pengamanan di lima titik vital di Karawang di antaranya Kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Karawang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan pihaknya bersama TNI akan menerjunkan 48 ribu personel untuk mengamankan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Polda Metro Jata juga telah berkomunikasi dengan MK untuk merumuskan skema pengamanan yang tepat.

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggugat hasil perhitungan suara KPU. KPU mengumumkan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin memperoleh 85 juta suara (55,41 persen) unggul di 21 provinsi dari rivalnya. Sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 68 juta suara (44,59 persen) dan unggul hanya di 13 provinsi dari petahana.

Pada Senin (17/6), MK melakukan sidang dengan agenda pemeriksaan pembuktian. Kemudian pada 24 Juni 2019 adalah sidang terakhir MK. Lalu pada 25-27 Juni 2019, MK menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH). Kemudian pada 28 Juni 2019 MK akan membacakan putusan.

Ditlantas Polda Metro Jaya bakal menerapkan rekayasa lalu lintas jelang sidang. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir, mengatakan rekayasa lalu lintas diterapkan mulai Kamis malam.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved