Fikrah

Potret Akhirat Kita

Syeikh Ali bin Abdurrahman al-Kelantani dalam buku beliau “Al-Jauhar al-Mauhub wa Munabbihat al-Qulub, bahwa “Idulfitri adalah potret akhiratmu"

Potret Akhirat Kita
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum MUI Prov Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Zayyinuu ‘ayaadakum bit-takbir, hiasilah hari raya kalian dengan takbir, minallah, billah, lillah, ilallah, (dari petunjuk Allah, dengan daya upaya Allah, dan untuk menggapai ridha Allah, iimanan wah-tisaaban.

Bila Idulfitri telah tiba berdirilah para malaikat di pintu-pintu jalan, mereka berseru, “Berangkatlah kalian wahai umat Islam menuju Tuhan Yang Maha Dermawan, Dia menjanjikan kebaikan dan pahala melimpah ruah untuk kalian.

Tuhan memerintahkan salat malam, kalian dirikan salat malam; kalian diperintahkan puasa di siang hari, kalian berpuasa, kalian taat akan Tuhan kalian, kini raihlah hadiah kalian.

” Bila kaum muslimin telah melaksanakan salat, malaikat berseru lagi, “Sungguh Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kalian, kembalilah ke rumah- rumah kalian. Inilah hari, di langit disebut hari pembagian hadiah.”

Syeikh Ali bin Abdurrahman al-Kelantani menulis dalam buku beliau “Al-Jauhar al-Mauhub wa Munabbihat al-Qulub, bahwa “Idulfitri adalah potret akhiratmu.”

Baca: Bagaimana Cara Jadi Pelanggan PDAM

Baca: Bagaimana Agar Sinyal Telpon Kuat, Menelepon Harus Keluar Rumah

Baca: Instagram Down Kembali Jelang Sidang MK Hari Ini, Bagaimana dengan WhatsApp dan Facebook?

Baca: Piringan Hitam Kini Diburu Pencinta Barang Antik, Lebih Oke Suaranya

Beliau menerangkan, “Apabila anda telah mendengar beduk magrib dipalu, menandai akhir Ramadan dan awal Syawal, itulah awal akhirat kita. Kita bersyukur jika telah dapat mengisi Ramadan penuh ketaatan dan kebaikan dan harus bersedih jika luput dari ketaatan.

Begitulah nantinya di akhirat, ada yang bergembira dengan ganjaran taatnya dan ada yang bersedih dengan dosa-dosanya.

Bila takbir dikumandangkan dan anda saksikan manusia berbondong-bondong pergi ke masjid untuk mendirikan Salat Id, itulah potret kita dibangkitkan dari kubur.

Sepertinya Malaikat Israfil meniup terompet sangkakala menandakan kiamat tiba, seraya berseru, “Wahai semua tulang belulang yang hancur, semua kulit yang luluh, bulu- bulu yang rontok; berkumpul dan berbarislah di hadapan Tuhan.”

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved