BPost Cetak

Regrouping SD di Batola, Dosen FKIP ULM Moch Yamin : Patut Dipertimbangkan

Dosen FKIP ULM Moch Yamin mengatakan, regroupingsekolah dasar negeri karena jumlah muridnya kurang sudah sepatutnya dipertimbangkan

Regrouping SD di Batola, Dosen FKIP ULM Moch Yamin : Patut Dipertimbangkan
BPost Cetak
Keluarga Teroris dibina 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dosen FKIP ULM Moch Yamin mengatakan, regrouping atau penggabungan sekolah dasar negeri karena jumlah muridnya kurang sudah sepatutnya dipertimbangkan.

Bukan berarti tidak setuju dengan kebijakan itu. Ada banyak catatan kritis yang menyebabkan minusnya jumlah murid yang mendaftar di sekolah tersebut.

Pertama, itu merupakan konsekuensi dari kebijakan zonasi dimana calon murid wajib mendaftar di sekolah terdekat.

Menjadi wajar apabila banyak sekolah terkena dampak kebijakan itu. Ini belum diperparah oleh infrastruktur dan suprastruktur yang juga memprihatinkan.

"Filosofi zonasi seharusnya dimaknai untuk meningkatkan dan mendukung sekolah-sekolah pinggiran untuk mandiri. Tampaknya ini tidak ditangkap oleh pemerintah daerah,"tegasnya.

Baca: Polisi Kawal Komisioner KPU

Baca: 55 SDN di Batola Bakal Digabung, Disdik Banjarmasin Incar Dua Sekolah

Baca: Nasib Ahmad Dhani Tanpa Bilik Asmara Saat Mulan Jameela Bersama Putranya Kunjungi Rutan Cipinang

Baca: Berharap Kapal Penyeberangan Diawasi

Menjamurnya sekolah swasta yang menawarkan pelbagai program menarik secara edukatif menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dasar negeri, terutama yang tidak mampu bersaing.

Menjadi wajar apabila orangtua calon siswa melirik sekolah-sekolah swasta. Alasannya sangat sederhana. Setiap orangtua menghendaki agar anaknya bisa belajar nyaman, menyenangkan dan tentu berprestasi.

Apabila pemerintah daerah, demi kepentingan efi­siensi, melakukan regrou­ping, ini justru mengesankan pemerintah daerah belum memperlihatkan kinerjanya dalam mengelola persoalan pendidikan pascazonasi.

Pemerintah daerah tidak berusaha mendorong agar sekolah pinggiran naik derajat kualitas infrastruktur dan suprastrukturnya.

Daripada mengambil sikap regrouping, mari memikirkan dan mengkaji faktor-faktor menurunnya minat calon murid ke sekolah-sekolah yang minus murid.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved