Bisnis

Menteri Pariwisata Sebut Tiket Mahal Rusak Ekosistem Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya dilansir dari Tabloid KONTAN, sangat menyayangkan Harga tiket pesawat yang mahal, sudah mulai sejak tahun lalu.

Menteri Pariwisata Sebut Tiket Mahal Rusak Ekosistem Pariwisata
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Pariwisata Arief Yahya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mahalnya tiket pesawat berdampak buruk terhadap sektor pariwisata. Tidak hanya jumlah wisatawan yang menurun,  tingkat keterisian atau okupansi hotel di daerah-daerah wisata otomatis melorot.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), penumpang angkutan udara domestik sepanjang Januari hingga April tahun ini hanya 23,97 juta orang. Angka tersebut turun 20,5% dari periode sama tahun lalu mencapai 30,15 juta penumpang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dilansir dari Tabloid KONTAN, sangat menyayangkan  kondisi tersebut.

Harga tiket pesawat yang mahal, sudah mulai sejak tahun lalu dan tambah memburuk di tahun ini.

"Kami tahu, dunia penerbangan merupakan salah satu sektor vital di negeri ini. Jadi, ketika harga tiket pesawat naik, maka banyak sektor yang terdampak. Salah satunya adalah sektor pariwisata,"ungkapnya.

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2019 di Spanyol Sabtu (15/6), Quartararo Ungguli Rossi & Marquez

Baca: Perubahan Sikap Paula Verhoeven Dibongkar Sosok Ini, Baim Wong Dituding Jadi Penyebabnya

Baca: Jangan Panik, Lakukan Ini Saat Rem Skutik Blong

Baca: Lebihi Kuota, Peserta Lomba Ketangkasan BPK Diundi

Menurutnya, dampak harga tiket yang mahal, seperti merusak ekosistem pariwisata kita. Hitungannya, kenaikan harga tiket yang lebih dari 100% menyumbang penurunan industri pariwisata hingga 30%.

Dengan jumlah wisatawan yang menurun, menurut data BPS, maka pendapatan pariwisata juga otomatis anjlok.

Ketika harga tiket pesawat naik atau bahkan ganti harga, maka orang-orang akan berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan wisata. Biasanya, mereka mengutamakan perjalanan mengunjungi keluarga atau pekerjaan dulu, baru setelah itu pariwisata.

"Nah, kalau sekarang, dengan tingginya harga tiket pesawat, mereka saja kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti urusan  keluarga dan pekerjaan,"ungkapnya.

Ilustrasi tiket pesawat
Ilustrasi tiket pesawat (THINKSTOCKS)

Arief mengatakan, pihaknya juga sudah mendapat keluhan dari sejumlah kepala daerah lantaran terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah mereka, mulai dari Aceh, Medan, Batam, hingga Pekanbaru. Ada juga di Lombok, okupansi hotel merosot tajam.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved