Opini Publik

Pemuda Sadar Pajak Ekonomi Menanjak

Pajak merupakan satu kata yang dapat memicu paradigma negatif bagi pendengarnya. Masyarakat seakan alergi mendengar kata pajak

Pemuda Sadar Pajak Ekonomi Menanjak
net
ilustrasi pajak progresif 

Besar PTKP terakhir yang ditetapkan yaitu Rp 4.500.000/ bulan atau Rp 54.000.000/ tahun. Hal ini disesuaikan lagi dengan status masing-masing, apakah Tidak Kawin atau Kawin dan apakah ada tanggungan atau tidak ada tanggungan.

PTKP ini akan mengurangi Dasar Pengenaan Pajak (DPP), sehingga wajib pajak akan membayar sesuai dengan penghasilan dan tanggungannya. Begitu pula pada pajak lainnya tidak terlepas dari ketentuan dan kebijakan yang telah dibentuk secara adil dan sesuai.

Penerimaan pajak menjadi sumber utama untuk belanja negara. Berdasar data Direktorat Jenderal Anggaran tahun 2018, kontribusi perpajakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) konsisten meningkat setiap tahunnya hingga menjadi 82,5 persen untuk APBN 2019 dari 74,0 persen di 2014.

Porsi terbesar pada APBN dalam hal penguatan dan keseimbangan pembangunan fisik dan Sumber Daya Manusia adalah anggaran pendidikan sebesar Rp 492,5 triliun.

Data tersebut membuktikan bahwa pajak yang dibayarkan akan dirasakan lagi manfaatnya untuk masyarakat kembali walaupun secara tidak langsung. Seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastuktur dan lain – lain yang semua berasal dari uang pajak.

Pemuda dan Pajak
Besarnya porsi penerimaan negara yang berasal dari perpajakan sudah seharusnya disadari oleh masyarakat, terutama para pemuda yang akan berperan dalam menghadapi bonus demografi dimasa mendatang. Direktorat Jenderal Pajak pun telah melakukan berbagai usaha dan pendekatan untuk melakukan program Inklusi Sadar Pajak melalui instansi pendidikan yang ada di Indonesia.

Inklusi Sadar Pajak merupakan usaha yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak bersama dengan kementerian yang membidangi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran perpajakan peserta didik, guru dan dosen yang dilakukan melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam kurikulum, pembelajaran dan perbukuan (pajak.go.id).
Dalam program ini disisipkan pendidikan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara guna menanamkan kesadaran generasi muda terhadap kewajiban bernegara termasuk dalam perpajakan.

Dibukanya “Tax Centre” hingga kuliah umum perpajakan kepada perguruan- perguruan tinggi telah dilakukan. Ada pula yang telah membentuk komunitas untuk mewujudkan inklusi sadar pajak ini, misalnya P2 Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan-Tengah (DJP Kalselteng) yang telah membentuk “Kawan Muda Pajak” (KMP). Komunitas ini dibentuk untuk mewujudkan generasi muda yang sadar pajak.

Kawan Muda Pajak (KMP) diisi oleh para mahasiswa di Kota Banjarmasin. Komunitas ini aktif menyebarkan virus sadar pajak kepada generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik aktifitas yang terkait dengan perpajakan maupun keorganisasian serta masyarakat.

Kegiatan yang pernah dilakukan dan diikuti oleh KMP antara lain Pajak Bertutur, Tax Gathering, Transfer of Knowledge (ToK), KMP Got Talent, Milenial Berbicara, Sharing komunitas,Tax Club, hingga asistensi e-filling bersama DJP Kalselteng di perguruan tinggi dan mobil pajak.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved