Berita Banjarmasin

Penyintas Kanker di Banjarmasin Berharap Pengobatan Terbaik, Terapi Target Dianggap Solusi Inovatif

Memasuki bulan kesadaran kanker, Cancer Information and Support Center (CISC) menggelar kegiatan sharing session.

Penyintas Kanker di Banjarmasin Berharap Pengobatan Terbaik, Terapi Target Dianggap Solusi Inovatif
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Rektor ULM Banjarmasin, Sutarto Hadi dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah di acara halal bihalal CISC Kalsel sekaligus HUT pertama organisasi relawan kanker CISC Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki bulan kesadaran kanker, Cancer Information and Support Center (CISC) menggelar kegiatan sharing session.

Acara tersebut yakni untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan para pasien, keluarga serta penyintas kanker. Mereka berbagi pengalaman sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita penyakit tersebut.

Dalam sharing itu, Ketua CISC Kalsel, Dr Rusliansyah menginformasikan, bahwa kanker payudara merupakan satu jenis kanker yang paling sering di temui. Terutama di Kalsel. Jenis lainnya yakni kanker serviks, kanker usus besar, ovarium dan sejenisnya.

Jelas Dr Rusliansyah, menurut GLOBOCAN 2018, kasus kanker kolorektal di Indonesia menempati urutan keempat setelah kanker payudara, serviks dan paru.

Adapun jumlah kasusnya mencapai 30.017 kasus.

Baca: Zodiak Minggu 16 Juni 2019, Gemini Sedang Berkonflik, Antusiasme Taurus dan Virgo yang Baik Hati

Baca: Dewan Minta Perusahaan Tambang Batu Bara di Kalsel Ikuti Contoh Nyata Reklamasi di Tanah Bumbu

Ia juga menerangkan, 30% dari penderita kanker kolorektal adalah pasien di usia produktif, yaitu di usia 40 tahun. Bahkan ada yang lebih muda lagi. Pasalnya, kanker yang dianggap keturunan itu, ternyata juga dipengaruhi oleh pola hidup atau cara menjaga kesehatan.

"Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan diobati tepar waktu. Selain itu pencegahan harus dilakukan dengan cara hidup sehat, skrining dan deteksi dini," jelasnya pada acara halal bihalal CISC bersama Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi di ULM Banjarmasin, Sabtu (15/6/2019).

Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker kolorektal, yakni terapi target, Dr Ruslianyah menerangkan, itu dapat meningkatkan harapan hidup si pasien. Sementara untuk stadium satu hingga empat, pasien harus melakukan kemoterapi atau radiasi pada area kanker.

Sebutnya pula, terapi target dapat membantu paisen kanker, dari yang awalnya tidak bisa dioperasi, menjadi bisa. Sehingga penanganan menjadi lebih baik.

Baca: Pria Todongkan Pistol ke Pengendara Mobil di Jakarta Pusat Ditangkap, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara itu, Penyintas Kanker, Berliana Lumban Batu menerangkan akses pengobatan yang benar menjadi lebih penting untuk pasien kanker. Mereka berhak mendapatkan pengobatan terbaik melalui sejumlah cara pengobatan yang ada. Di antaranya terapi target.

Ia juga mengajak orang-orang agar bekerja sama mendukung dan menyuarakan hak pasien kanker. Tentunya tujuannya agar dapat tergerak. Selain itu segala masukan dari para pasien menjadi perimbangan keputusan dalam membuat kebijakan akses kesehatan.

Penyintas kanker lainnya, Rosalina juga mengharapkan para pasien mendapatkan pengobatan terbaik. Ia juga beranggapan, kanker bukan lagi vonis kematian, karena bisa diupayakan untuk penyembuhan.

Apalagi sebut perempuan yang juga dosen di ULM ini, CISC juga telah berkomunikasi kepada sejumlah pihak untuk menyampaikan aspirasi pasien yang terbebani dengan keputusan penghapusan tanggungan untuk pengobatan kanker kolorektal.

Pada acara itu pula terlihat kehadiran dari Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah. Ia turut serta mendorong keberadaan CISC. Serta berjanji untuk menyampaikan kepada pemerintah supaya lebih memperhatikan dan peduli.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved