Berita Kabupaten Banjar

PT Pertamina Siapkan Saksi Ahli Usut Penyidikan Pangkalan Gas LPJ 3 Kg di Martapura

PT Pertamina Kalimantan siapkan saksi ahli untuk memenuhi permohonan dari Polres Banjar terkait memberikan telaahan atas penyidikan terhadap pangkalan

PT Pertamina Siapkan Saksi Ahli Usut Penyidikan Pangkalan Gas LPJ 3 Kg di Martapura
Istimewa
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Banjar memeriksa barang bukti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - PT Pertamina Kalimantan siapkan saksi ahli untuk memenuhi permohonan dari Polres Banjar terkait memberikan telaahan atas penyidikan terhadap pangkalan gas elpiji tiga kilogram yang menjual tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), berlokasi di Jalan Kenanga RT 4 Desa Murung Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Diungkapkan Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan, Heppy Wulansari, Jumat (14/6). Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari kepolisaian, dan pihaknya ikut keputusan apapun dari kepolisian.

"Apabila memang benar adanya penyimpangan, kami akan berikan sanksi mulai diskors hingga pemutusan hubungan kerja atau PHU, tergantung dengan jenisnya," katanya.

Dia membenarkan, saat ini sudah menerima surat permohonan menghadirkan saksi ahli tersebut. Pihaknya akan menunjuk saksi ahli dari Pertamina, namun saat ini masih menunggu proses adminstrasinya.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan melalui Kepala Unit Tipidter Satreskrim Polres Banjar, Ipda Nur Arifin beberapa waktu lalu mengatakan, kasusnya masih berproses dan dan akan menghadirkan saksi ahli lebih dulu. Namun diakuinya masih menunggu surat penunjukan saksi ahli dari Pertamina belum keluar.

Baca: Kasus Pelecehan Seksual Hebohkan HST, Korban Kelima Ternyata Pemimpin Pondok Pesantren, Ini Sosoknya

Baca: Pria dari Kandangan HSS Dikeroyok di Trikora Banjarbaru, Polisi Sebut Terkait Pelaku Pengeroyok

Baca: BREAKING NEWS- 2 Bocah Banjarmasin Rekayasa Penculikan Dirinya, Minta Tebusan Rp100 Juta ke Orangtua

"Masih proses," singkatnya.

Unit Tipidter Satreskrim Polres Banjar mengamankan sebanyak 77 tabung berisi gas LPJ 3 Kilogram, uang tunai Rp 60 ribu, satu lembar surat pengiriman dari agen LPJ 3 Kg PT Borneo Anugerah Insanindo kepada pangkalan Mahmudah, satu unit mobil truk DA 9529 BR yang bermuatan tabung gas tiga kilogram kosong sebanyak 313 buah tabung, uang tunai Rp 1.500.000, hingga kini Satreskrim Polres Banjar masih mendalami kasusnya.
.
Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Banjar masih melakukan penyidikan terhadap pangkalan gas elpiji tiga kilogram yang menjual tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), berlokasi di Jalan Kenanga RT 4 Desa Murung Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Sejumlah barang bukti diamankan. Penyidik sudah memintai keterangan, mulai dari sopir truk pendistribusian, Abdurrahman, kernet truk, M Hafizi Albanjari, penerima gas elpiji tiga kilogram, Zulkhaidir, pemilik pangkalan, Mahmudah, admin PT Borneo Anugerah Insanindo, M Saudi dan Direktur PT Borneo Anugerah Insanindo, Muhammad As'adi.

Melalui Unit Tipidter, juga sempat mengamankan tiga orang yakni supir agen PT Borneo Anugerah Insanindo, Abdurrahman, kernet sopir, M Hafizi Albanjari dan penerima elpiji tiga kilogram, Zulkhaidir. Ketiganya sempat diamankan 1x24 jam, hingga akhirnya dipulangkan.

Berawal dari laporan masyarakat pada Selasa (9/4/2019) lalu, bahwa pangkalan gas elpiji tiga kilogram di wilayah hukum Polres Banjar tepatnya di Desa Murung Kecamatan Martapura Kota menyalurkan tabung gas elpiji kepada masyarakat dengan harga yang tidak sesuai dengan HET.

Kemudian anggota Satreskrim langsung melakukan pengecekan ke daerah tersebut. Didapati satu unit mobil truk DA 9529 BR yang dikemudikan oleh Abdurrahman, truk bertuliskan PT Borneo Anugerah Insanindo yang sedang melakukan pendistribusian tabung gas elpiji tiga kilogram di depan rumah Badrudin, sebagai penerima tabung gas elpiji tersebut adalah Zulkhaidir.

Ternyata, Zulkhaidir ini tidak mempunyai izin pangkalan dan Zulkhaidir membeli gas elpiji tiga kilogram dengan harga Rp 15.000 per tabung. Pada hari itu, Abudurrahman, Zulkhaidir bersama barang bukti dibawa ke Polres Banjar untuk proses lebih lanjut, total ada enam orang sudah dimintai keterangan, mulai dari supir, kernet dan penerima yang sempat diamankan, juga pemilik pangkalan, admin PT Borneo Anugerah Insanindo dan Direktur PT Borneo Anugerah Insanindo. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved