Berita Banjarmasin

Sekelompok Monyet Berkeliaran di Komplek Husada Permai Banua Anyar Banjarmasin Resahkan Warga

Azwar merasa khawatir atas keberadaan monyet-monyet tersebut. Bahkan diperkirakan, jumlahnya pun mencapai tujuh ekor.

Sekelompok Monyet Berkeliaran di Komplek Husada Permai Banua Anyar Banjarmasin Resahkan Warga
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanganan Kasus HPR, drh Annang Dwijatmiko mendatangi lokasi adanya laporan gangguan monyet di Banuaanyar Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warga Banuaanyar, Banjarmasin, Azwar laporkan serangan sekelompok monyet di Komplek Husada Permai, Banuaanyar, Banjarmasin kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, yang terjadi pada Sabtu (15/6/2019) pagi.

Azwar merasa khawatir atas keberadaan monyet-monyet tersebut. Bahkan diperkirakan, jumlahnya pun mencapai tujuh ekor.

Kekhawatiran Azwar rupanya bukan hanya sekadar perasaan. Pada beberapa waktu lalu, ceritanya kepada Banjarmasinpost.co.id. sepulang dari masjid, ia bahkan hampir diserang monyet-monyet tersebut. Bukannya lari saat melihat ia di depan rumah. Kelompok monyet itu malah mengejarnya.

“Kemaren, pas pulang dari masjid, monyet-monyet itu malah mengejar saya. Saya jadi takut,” ucapnya.

Baca: Kondisi Balita Penderita Jeune Syndrom Semakin Sehat, Alfatih Fokus Turunkan Berat Badan

Tak hanya Azwar, monyet tersebut pun jelasnya juga membuat resah warga yang lain. Tak hanya khawatir mengancam keselamatan, monyet-monyet itu juga mengobrak abrik sampah di depan rumah warga di komplek tersebut.

Azwar mengatakan, keberadaan monyet di kompleknya terhitung baru. Yakni sejak Bulan Mei kemaren. Sebelumnya komplek tersebut dianggap aman dari satwa liar.

Jenis gangguan lainnya yang dirasa warga ujar Azwar ialah kelompok monyet yang kadang datang pagi dan lompat-lompatan di atap rumah. Jadwalnya pun seolah rutin, yakni monyet tersebut bakal datang pagi dan sore hampir setiap hari.

Sementara itu, atas laporan warga, Tim Penanganan Kasus Hewan Penular Rabies (HPR) dari DKP3 Banjarmasin mendatangi lokasi kejadian.

Baca: Perubahan Mencolok Kehidupan Mulan Jameela Pasca Ahmad Dhani Ditahan, Eks Maia Estianty Sorot Ini

Tim yang dikoordinatori oleh Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko itu langsung melakukan pengecekan pada sejumlah tempat yang diduga berkumpulnya habit kelompok monyet itu.

Ada dua lokasi yang diperkirakan sebagai awal mula kedatangan satwa liar tersebut. Karena di kawasan itu masih terdapat hutan atau pepohonan yang rimbun.

drh Annang menerangkan, keberadaan satwa liar di permukiman warga memang dianggap membahayakan. Apalagi monyet yang termasuk dalam kelompok HPR. Apabila digigit sebutnya, orang yang diserang harus diperiksa ke rumah sakit.

Sebagai bentuk penanganan, pihaknya pun mencoba melakukan evakuasi atau pengusiran terhadap satwa tersebut. Tentunya hal itu ujar drh Annang juga bakal bekerjasama dengan BKSDA Kalsel untuk penanganannya.

“Kami sudah melakukan pengecekan, hasilnya memang kemungkinan habitatnya tergerus permukiman dan tempat makannya habis. Sehingga masuk ke permukiman,” ucap drh Annang.

Pihaknya pun bertanggung jawab atas keamanan dari satwa liar pada permukiman di Kota Banjarmasin. Rencananya pada Senin (17/6/2019) lusa, Tim Penanganan Kasus HPR itu akan melakukan evakuasi dan mencoba menangkap kelompok monyet yang dianggap meresahkan warga Banuaanyar  tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/ isti rohayanti)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved