Pilkada 2020

Sulit Saingi Petahana di Pilkada 2020? Begini Kata Pengamat Politik

Kurang lebih enam bulan jelang tahun pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020, peta perpolitikan terkait bursa Calon Gubernur

Sulit Saingi Petahana di Pilkada 2020? Begini Kata Pengamat Politik
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Samahuddin, Presidium JaDi Provinsi Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kurang lebih enam bulan jelang tahun pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020, peta perpolitikan terkait bursa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur masih sangat cair.

Melihat dari hasil Pemilu Legislatif 2019, tak hanya Partai Golkar, namun PDIP, Gerindra termasuk PAN juga memiliki perolehan suara cukup besar dan bukan tak mungkin mengajukan kandidatnya.

Walau demikian, Pengamat Politik Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Provinsi Kalsel, Samahuddin memprediksi partai politik akan enggan ajukan calon Gubernur pada Pilkada 2020.

Sebab menurutnya jika petahana Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang sebelumnya diusung Partai Golkar dipastikan kembali maju, akan sulit bagi partai politik lain untuk menyaingi petahana.

Dengan kinerja yang baik ditunjukkan dengan raihan sederet predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pada laporan keuangannya dan predikat Sakip A pada aspek akuntabilitas pemerintahan akan menjadi pertimbangan partai politik ajukan Calon Gubernur saingi petahana.

Baca: Sopir BMW Ala Koboi Acungkan Pistol Saat Terjebak Kemacetan, Poilisi: Sedang Kami Kejar Pelakunya

Baca: Film Kuntilanak 2 Tembus 1.145.670 Penonton, Kalahkan Si Doel The Movie 2 dan Hit & Run

Baca: Bukti Syahrini Rencanakan Bulan Madu Saat Reino Barack Masih Bersama Luna Maya?

Belum lagi menurutnya hampir seluruh partai politik di Kalsel memiliki hubungan kedekatan dengan Gubernur Kalsel saat ini.

"Kita perhatikan hampir seluruh petinggi parpol di Kalsel berhubungan baik dan miliki kedekatan dengan Paman Birin (H Sahbirin Noor), jadi kelihatannya akan sulit," kata mantan Ketua KPU Provinsi Kalsel ini.

Karena berbagai faktor ini, Ia memprediksi pada Pilkada 2020 mendatang partai-partai politik akan lebih bersaing untuk ajukan Calon Wakil Gubernur mendampingi Paman Birin sebagai pasangan calon.

PDIP, Gerindra dan PAN menurutnya saat ini memiliki daya tawar cukup besar untuk ajukan kadernya sebagai Calon Wakil Gubernur yang diusung Partai Golkar.

Dengan demikian, Ia memprediksi jika petahana dipastikan kembali maju, maka kemungkinan lebih besar melawan pasangan calon dari jalur independen.

"Jadi kemungkinan lebih besar melawan paslon independen atau kotak kosong," kata Samahuddin. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved