Kriminalitas Regional

Tabir Menyelimuti Kasus Suami Gadaikan Istri Terungkap, dari Aksi Tipu-tipu hingga Human Trafficking

Sejumlah fakta terbaru dari kasus suami gadaikan istri di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akhirnya terungkap.

Tabir Menyelimuti Kasus Suami Gadaikan Istri Terungkap, dari Aksi Tipu-tipu hingga Human Trafficking
tribunmadura/Facebook
Hori dan Lasmi yang kini viral setelah terungkapnya kasus suami gadaikan istri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LUMAJANG - Sejumlah fakta terbaru dari kasus suami gadaikan istri di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akhirnya terungkap.

Ini setelah polisi mengkroscek pernyataan Hori si suami gadaikan istri yang juga pelaku pembunuhan dengan Lasmi, istri yang digadaikan, dan Hartono, pria yang menerima gadai istri Hori.

Ternyata hutang Rp 250 juta yang didapatkan Hori (43) dari Hartono (38), semuanya warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur rupanya melalui aksi tipu-tipu belaka.

Bahkan aksi tipu-tipunya itu dengan memanfaatkan sang istri, Lasmi.

Menariknya, aksi tipu-tipu tersebut berawal saat kedua lelaki dari kampung halaman yang sama tersebut mengadu nasib, dengan menjadi tenaga kerja Indonesia alias TKI di Malaysia.

Hal ini terkuak dalam perbincangan antara Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, dengan Lasmi dan Hartono di Mapolres Lumajang, Jumat (14/6/2019).

Baca: Suami Gadaikan Istri Demi Uang Rp 250 Juta, Fakta kejadiannya Sangat Mengerikan Akibat Salah Bunuh

Baca: Cemburu Berat Ada Pria Sering ke Rumah, Suami Cekik dan Tebas Leher Istri hingga Tewas Tertelungkup

Baca: VIDEO VIRAL, Bergaya Koboi, Pengemudi BMW Ini Keluarkan Pistol Saat Terjebak Macet dan Melawan Arus

Hori meminjam uang kepada Hartono mencapai Rp 250 juta. Hartono mengakui hal itu.

Uang sebesar itu tidak diberikan secara langsung, namun secara bertahap hingga mencapai Rp 250 juta. Peminjaman itu disebut untuk dalih bisnis.

Hori, warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso, Lumajang mengenal Hartono, warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang saat sama-sama bekerja di Malaysia.

Hori hanya empat bulan bekerja di negeri jiran itu kemudian pulang ke Lumajang. Namun mereka masih tetap berkomunikasi.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved