Berita Batola

Balitbangda Batola Akan Jual Wisata Pertanian di Jejangkit, Terus Lengkapi Sarana dan Prasarana

Pemkab Batola terus melengkapi sarana dan prasarana di kawasan Jejangkit Batola, seperti ada ruang pertemuan dan cottage dengan view area pertanian.

Balitbangda Batola Akan Jual Wisata Pertanian di Jejangkit, Terus Lengkapi Sarana dan Prasarana
banjarmasin post group/ edi nugroho
Ribuan itik alabio dilepas saat kedatangan rombongan Kementrian Pertanian datang ke lokasi di Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola, Jumat (12/10/18) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola terus mengenjot kawasan eks Hari Pangan se-Dunia (HPS) di Desa Jejangkit, menjadi kawasan wisata edukasi pertanian.

“Kita akan menjual pariwisata pertanian di Desa Jejangkit. Event-evetnya pun event pertanian, “ kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola Zulkifli Yadi Noor, Minggu (17/6/19).

Menurut Zul, panggilan akrab Zulkifli Yadi Noor, kalau Gubernur Kalsel Paman Birin mengajak semua pihak ikut berlumpur ria di Jejangkit, maka Pemkab Batola juga akan mengarah ke sana. '

Pemkab Batola terus melengkapi sarana dan prasarana di kawasan Jejangkit Batola, seperti ada ruang pertemuan dan cottage dengan view atau pemandangan kawasan pertanian,

“Nah,saat ini kan lagi musim tanam, nanti akan kita tawarkan ke pariwisata seperti digelar lomba atau bagaimana. Jadi proses pengolahan tanah sampai panen ini akan akan kita jual ke luar,” katanya.

Baca: Pembangunan Jembatan Kayutangi Ujung, Penghubung Banjarmasin - Alalak Batola Pekerjakan Tenaga Lokal

Sementara Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola akan merencanakan menyelesaikan kawasan wisata edukasi pertanian di lahan Hari Pangan se-Dunia (HPS) di Jejangkit.

“Tahun ini, kita merencanakan tanam dari dana dana APBD seluas lahan seluas 120 hektar, dari Balitra 100 hektar dan dari Pemprov Kalsel 210 hektar. Ini sudah mulai semai dan tunggu air untuk pengolahan t anahnya,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola, Murniati.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola Zulkifli Yadi Noor
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola Zulkifli Yadi Noor (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Menurut Murniati, program pengembangan wisata edukasi ini dinas pertanian akan bekerjasama dengan dinas pariwisata dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola.

“Nanti kita undang anak-anak sekolah di Banjarmasin waktu menanam padi pakai alat,” katanya.

Baca: KalselPedia - Desa Mamar Sentra Penetas Itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Dipaparkannya, wisata edukasi diperuntukan anak-anak luar Kabupaten Batola. Anak-anak sekarang tidak tahu bagaimana cara menanam padi. Anak-anak terkondisi tahu makan beras tanpa tahu bagaimana cara menanam padi.

“Wisata edukasi pertanian mudah-mudahan bisa kita mulai Juni ini juga. Tinggal dinas pariwisata mempromosikannya,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved