Berita HST

Cabuli 7 Bocah Santri, Oknum Pimpinan Pondok Pesantren di HST Ini Mengaku Lupa

AJ saat konferensi pers menyangkal perbuatan pencabulan dan pelecehan seksual tersebut. Bahkan, ia juga mengaku lupa.

Cabuli 7 Bocah Santri, Oknum Pimpinan Pondok Pesantren di HST Ini Mengaku Lupa
Dari Humas Polres HST untuk BPost
Tersangka AJ (memakai peci) saat konferensi pers yang digelar Polres HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah, akhirnya melakukan konferensi pers terkait kasus pencabulan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak di bawah umur pada Senin (17/6/2019) di Mako Polres Hulu Sungai Tengah.

Pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap bocah santri bernama AJ (61) dan merupakan pemimpin Pondok Pesantren di Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)

AJ sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Hulu Sungai Tengah pada Mei 2019 lalu.

Parahnya, sebagian besar korban  AJ adalah anak-anak di bawah umur.

AJ saat konferensi pers menyangkal perbuatan pencabulan dan pelecehan seksual tersebut. Bahkan, ia juga mengaku lupa.

"Saya lupa," ujarnya.

Baca: Dua Pengedar Sabu Diamankan Polisi HST, Begini Kronologis Penangkapan Muhammad Abdillah dan Konconya

Baca: Film Baru Tayang Juli 2019 Selain Film Spiderman : Far From Home yang Tayang di Bioskop

Baca: RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin Gerak Cepat Sediakan IPAL dan Lift di 2 Gedung Rumah Sakit

Baca: Batubara Tak lagi Jadi investasi Dominan di Kalsel, Ini Penyebabnya

Sementara itu, korban AJ sebanyak tujuh orang mengaku jika perbuatan keji tersebut dilakukan di rumah tersangka dan di lingkungan pesantren yang ia pimpin.

AJ melakukannya di rumahnya di Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan di lingkungan Pesantren Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tepatnya di dalam kamar asrama dan di kantin pondok pesantren.

Korban yakni TA (9), KA (12),SA (15),S (18), R (19),N (14),MS (15).

Penetapan tersangka, AJ berdasarkan pemeriksaan terhadap korban dan Saksi-saksi kemudian pemanggilan pertama kepada tersangka sebagai pada 17 Mei 2019. Saat itu, Junaidi baru dipanggil sebagai saksi.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved