Berita Kabupaten Banjar

Los Pasar Murung Keraton Martapura Terisi Penuh, Segini Pedagang yang Kurang Aktif

Apalagi kalangan pedagang yang menempati Pasar Murung Keraton hingga saat ini masih menikmati fasilitas tersebut secara lapang.

Los Pasar Murung Keraton Martapura Terisi Penuh, Segini Pedagang yang Kurang Aktif
banjarmasinpost.co.id/idda royani
OPERASIONAL - Pasar Murung Keraton mulai beroperasional sejak April 2018 lalu. Sebagian besar pedagangnya juga telah aktif beraktivitas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Beberapa bulan setelah rampung dibangun pada pengujung 2017 lalu, Pasar Murung Keraton di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah dioperasionalkan.

Sebanyak 234 blok/petak pedagang seluruhnya telah terisi. Aktivitas jual beli di pasar yang berada di kawasan Pasar Martapura tersebut juga terus berdetak dan kian ramai.

Namun belum semua pedagang yang menempati Pasar Murung Keraton aktif beraktivitas. "Masih ada sekitar 20 pedagang yang kurang aktif berjualan," sebut Direktur Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) Rusdiansyah, Senin (17/06/2019).

Terhadap pedagang tersebut pihaknya masih melakukan pembinaan agar memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik mungkin. Pasalnya, masih ada pedagang lain di Kota Martapura yang belum mendapatkan tempat berjualan yang memadai.

Apalagi kalangan pedagang yang menempati Pasar Murung Keraton hingga saat ini masih menikmati fasilitas tersebut secara lapang.

"Mereka belum dikenai retribusi pasar seperti pedagang di pasar lainnya," ucap Rusdiansyah.

Karena itu ia mengimbau seluruh pedagang di Pasar Murung Keraton aktif berjualan. Dengan begitu keberadaan fasilitas publik tersebut kian terasa manfaat besarnya bagi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjar I Gusti Made Suryawati mengatakan pengenaan retribusi di Pasar Murung Keraton belum bisa diberlakukan karena hingga sekarang fasilitas publik itu belum dihibahkan oleh Kementerian Perdagangan.

Pasar Murung Keraton merupakan bagian dari program pembangunan 5.000 unit pasar di seluruh Indonesia bersumber dari APBN. Biaya yang tersedot untuk pembangunan Pasar Murung Keraton sebesar Rp 6,6 miliar.

Fasilitas tersebut selesai dibangun pada 2017 lalu dan mulai dioperasionalkan sejak 9 April 2018. Penghibahan aset itu akan dilakukan secara bersamaan oleh Kemendag. Pihak Pemkab Banjar telah melengkapi seluruh berkas yang dipersyaratkan untuk keperluan penghibahan tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved