Berita Tabalong

Mandi di Sungai Tabalong, Sahrul Tenggelam dan Menghilang

Naas, Sahrul warga Desa Rt 08 Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong ini tenggelam dan menghilang.

Mandi di Sungai Tabalong, Sahrul Tenggelam dan Menghilang
Kolase Banjarmasinpost.co.id/istimewa
Petugas melakukan pencarian Sahrul yang tenggelam di Sungai Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Aliran sungai Tabalong memang sering digunakan untuk anak anak untuk bermain.

Seperti yang dilakukan Sahrul dan teman-temannya. Namun naas, warga Desa Rt 08 Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong ini tenggelam dan menghilang.

Fahri anggota BPBD mengatakan pihaknya mendaparkan informasi pada pukul 14.00 adanya anak berusia 11 tahun yangbtenggelam tak jauh dari tempat tinggalnya, Senin (17/06/2019).

Dari informasi yang dihimpun awalnya Sahrul bersama empat orang temannya ingin bermain dipinggir sungai, saat itu debit air sungai memang lebih tinggi karena curah hujan yang memang meningkat beberapa hari terakhir.

Baca: Cabuli 7 Bocah Santri, Oknum Pimpinan Pondok Pesantren di HST Ini Mengaku Lupa

Baca: Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Disebut Akan Adakan Pesta Besar Tahun Depan, Terawangan Mbak You

Baca: Film Baru Tayang Juli 2019 Selain Film Spiderman : Far From Home yang Tayang di Bioskop

Baca: Enam Bulan Geluti Tari, Kini Nisa Bisa Tampilkan Tarian dan Juga Bawakan Lagu Banjar

Dua orang warga sempat memperingatkan untuk tidak bermain air karena aliran air yang cukup deras.

"Dari lima orang yang bermain tiga orang masih belum mandi dan duduk di sejenis tangga pinggir sungai melihat sahrul dan satu temannya mandi, dan ternyata Sahrul tidak bisa kembali ke pinggir dan akhirnya tenggelam, teman temannya langsung mencari pertolongan dan menghubungi BPBD," ujarnya.

Seorang warga yang sedang memancing sempat berusaha untuk menyelamatkan korban namun tidak bisa.

Setelah mendapatlan laporan teesebut BPBD, Basarnas, anggota TNI dan kepolisian serta UPBS wilayah tengah langsung melakukan pencarian menggunakan perahu melakukan penyisiran disekitar lokasi kejdian.

Fahri menambahkan pencarian terus dilakukan secara bergantian dan kemungkinan akan dilanjutkan pada malam hari dengan melakukan patroli serta meninggu dipermukaan.

Baca: Batubara Tak lagi Jadi investasi Dominan di Kalsel, Ini Penyebabnya

Baca: Bernilai Rp 13 Miliar, Lelang Proyek Pasar Kemakmuran Justru Minim Peminat

Baca: Raffi Ahmad Kepergok Foto Mesra dengan Teman Gisella Anastasia Tanpa Nagita, Buat Fans Geram

Warga tampak berkumpul melihat prosea pencarian. Fahri mengatakan proses pencarian memang cukup sulit karena debit air yang meningkat.

Dirinya juga mengimbau kapada seluruh masyarakat untuk tidak mandi di bantaran sungai meskipun sudah memiliki keahlian berenang.

Karena derasnya arus sungai terlebih sungai besar sulit diprediksi ditambah dengan arus air sungai besar bisa juga membentuk pusaran yang bisa menarik apapun yang dipermukaan.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved