Masyarakat Kalsel Banyak yang Kaya, Tapi Soal Investasi Saham Ternyata Begini

karakter masyarakat Kalsel yang tidak mudah percaya pada produk investasi yang belum dikenal juga menjadi kendala

Masyarakat Kalsel Banyak yang Kaya, Tapi Soal Investasi Saham Ternyata Begini
Banjarmasinpost.co.id
Suasana workshop bertema Sinergi Dalam Membangun Masyarakat Banua Cerdas Berinvestasi Melalui Pasar Modal Indonesia, Senin (17/6/2019) siang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masyarakat Kalimantan Selatan banyak yang kaya raya. Namun, banyak pula yang masih belum tahu kemana harus menginvestasikan uangnya secara aman.

Untuk itu, perlu dukungan berbagai pihak, termasuk media massa, menyosialisasikan instrumen investasi aman, salah satunya di Pasar Modal Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Pengawasan Pasar Modal OJK Kantor Regional IX Kalimantan, Ali Ridwan saat workshop bertema Sinergi Dalam Membangun Masyarakat Banua Cerdas Berinvestasi Melalui Pasar Modal Indonesia, Senin (17/6/2019) siang. Acara diikuti perwakilan Anggota Bursa (AB) atau perusahaan sekuritas dan sejumlah awak media.

Dalam acara yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan itu, Ali mengatakan masyarakat perlu waspada karena saat ini kian banyak yang menawarkan ragam investasi ilegal. “Bahkan ada yang menawarkan melalui pesan promo di handphone, atau memakai nama tokoh ternama,” ujarnya.

Pihaknya hanya dapat menindak jika izin perusahaan investasi yang melakukan pelanggaran dikeluarkan OJK sehingga di bawah pengawasannya. Diakui dia, karakter masyarakat Kalsel yang tidak mudah percaya pada produk investasi yang belum dikenal juga menjadi kendala memasyarakatkan investasi di Pasar Modal Indonesia. Namun rasa keingintahuan masyarakat juga besar, sehingga jika diberikan informasi yang tepat pihaknya yakin minat investasi meningkat. "Karena itu kita tidak bisa kerja sendiri. Perlu media untuk mendistribusikan informasi yang benar tentang investasi aman," katanya.

Ditambahkan dia, instrumen investasi di Pasar Modal Indonesia tidak hanya saham, tapi juga ada derivatif, obligasi dan reksa dana. Masyarakat dapat memilih instrumen yang sesuai minatnya.

Sementara itu, Equity Sales Valbury Sekuritas Indonesia, Banjarmasin, Erni Ervianti Dewi membagi pengalaman menawarkan investasi saham kepada calon nasabah di Banua. "Ketika ditawari investasi saham, justru yang pertama ditanyakan berapa bunga yang bisa dikasih," sebutnya dalam workshop tersebut.

Padahal berinvestasi saham menurutnya tidak bisa dipastikan berapa keuntungan yang bisa didapatkan dan berapa lama. Perlu keterampilan dan pengalaman untuk bisa mendalami dan menilai saham yang prospektif sehingga menguntungkan. Untuk itulah hadir manajer investasi guna membantu investor.

Kepala BEI Kalsel, Yuniar, mengatakan sebenarnya minat masyarakat Kalsel berinvestasi saham terus meningkat. Data transaksi AB di Kalsel mencatat, setidaknya ada penambahan sebanyak 155 investor per April 2019. Sedangkan total nilai transaksi per April 2019 Rp 151.710.226.856.

Adapun total nilai transaksi saham Januari-April 2019 Rp 741.968.536.674. Dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) terjadi penurunan 1,9 persen. Jika dilihat dari penambahan investor Januari-April 2019 ada sebanyak 575 investor baru, atau meningkat 8,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Data KSEI, jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification (SID) nasional per akhir Mei 2019 adalah 950.726, dengan individu domestik sebanyak 930.187. Porsi Kalsel hanya 1 persen, dimana jumlah SID Kalsel per 30 Mei 2019 adalah 9.640 atau naik 15,30 persen dari akhir tahun lalu. Sedangkan jumlah SID di Kota Banjarmasin per 30 Mei 2019 adalah 4.585 atau naik 11,15 persen dari akhir tahun.

Menurut Yuniar, investor Kalsel didominasi kaum laki-laki. Sedangkan dari sisi pekerjaan mayoritas adalah karyawan swasta yakni 29,21 persen dan mahasiswa 23,31 persen.

Masyarakat Kalsel yang ingin berinvestasi di Pasar Modal Indonesia atau berkonsultasi lebih lanjut tentang prosedur investasi di Bursa Saham, Yuniar pun menyarankan untuk menghubungi Anggota Bursa (AB). Saat di Kalsel sudah ada tujuh AB yang membuka perwakilan yakni Valbury Asia Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Philip Sekuritas, IndoPremier Sekuritas, MNC Sekuritas dan RHB Sekuritas Indonesia. (*)

Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved