Tajuk

Menanti Drama Setnov Jilid II

Saat sorotan publik mengarah ke sidang MK soal sengketa Pilpres 2019, mendadak foto-foto sang mantan Ketua DPR RI bersama seorang perempuan beredar.

Menanti Drama Setnov Jilid II
Kompas.com/ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Setya Novanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PLN Sofyan Basir terkait kasus dugaan korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAK bisa dipungkiri sosok mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto memang fenomenal. Kali ini dia bikin ulah lagi. Setnov kedapatan bukan di dalam Lapas Sukamiskin, namun kali ini ada di sebuah toko bangunan.

Polah Setnov ini pun membuat publik terhenyak.Saat sorotan publik mengarah ke sidang Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2019, mendadak foto-foto sang mantan Ketua DPR RI bersama seorang perempuan beredar viral. 

Sontak busur panah langsung mengarah ke Lapas Sukamiskin yang berada di bawah kewenangan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.  Publik pun bertanya-tanya bagaimana bisa seorang terpidana bisa berada di luar ruang tahanan saat sedang menjalani putusan kasus hukumnya.

Diketahui terpidana kasus korupsi KTP Elektronik itu kedapatan di sebuah toko bahan bangunan di kawasan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kabarnya, kejadian itu setelah dua hari menjalani rawat inap di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Sebelumnya, Setnov juga bikin ulah ketika kedapatan berada di sebuah rumah makan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kasus Setnov menguras perhatian publik karena dia beserta pengacaranya, Fredrich Yunadi, terus berupaya menghindari proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setnov dan pengacaranya selalu menggunakan alasan sakit untuk menghindari pemeriksaan. Setnov bahkan sempat menghilang. Oleh karena mempersulit proses hukum, KPK memproses hukum Fredrich. Dalam persidangan terakhir di Mahkamah Agung, Fredrich divonis 7,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider delapan bulan kurungan.

Dengan adanya kejadian ini, publik pun menunggu drama apalagi yang akan dijadikan Setnov sebagai alasan setelah kedapatan pelesir ke luar Lapas Sukamiskin.

Selain itu, hal ini juga menjadi cambuk pengingat perihal adanya pekerjaan rumah besar di Kemenkum HAM khususnya dalam hal penanganan Lapas dan Rutan.

Kejadian ini jelas menimbulkan pertanyaan besar publik.
Tatanan birokrasi di Lapas dan Rutan ternyata tak mustahil bisa menjadi angin segar bagi para tahanan untuk menghidup udara segar di luar ruang tahanan. Dugaan suap ke pejabat Lapas pun tak bisa dibendung.

Jika berbicara suap di Lapas Sukamiskin, selain Setnov ada suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah yang diduga menyuap petugas lapas untuk mendapat fasilitas bilik asmara.

Terlepas dari itu, Setnov saat ini sudah dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Gunung Sindur, Bogor, Sabtu (15/6) dini hari.

Walau sudah ada pengakuan dan permohonan maaf dari Kakanwil Kemenkum HAM Jabar namun hal ini tetap jadi cambuk keras. Harapannya ke depan jangan sampai ada lagi kabar minor perihal seluk beluk lapas maupun rutan di seluruh Indonesia.

Selain itu, publik juga masih menunggu komentar Setnov mengenai pelesirnya saat ini. Diakui atau tidak, rangkaian pembelaan Setnov dalam tiap kasusnya bak sebuah drama yang menarik untuk diikuti. Yuk mari disimak! (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved