Otomotif

Perhatikan Tekanan Udara Ban Mobil, Ini Efeknya Jika Kelebihan atau Kekurangan

Tekanan udara pada ban mobil sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bahkan keselamatan saat mengemudi.

Perhatikan Tekanan Udara Ban Mobil, Ini Efeknya Jika Kelebihan atau Kekurangan
banjarmasinpost.co.id/sudarti
Ilustrasi - tekanan udara ban perlu diperhatikan karena berpengaruh kenyamanan bahkan keselamatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tekanan udara pada ban mobil sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bahkan keselamatan saat  mengemudi.

Kekurangan tekanan udara bisa menyebabkan ban mobil jadi mudah rusak dan berumur pendek bahkan bisa pecah ban. Namun bukan berarti bila kelebihan udara atau terlalu kencang justru lebih aman.

Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, para pemilik mobil idealnya selalu berpatokan pada tekanan udara yang telah dianjurkan pabrikan.

Bila sampai terjadi ketidak cocokan, seperti kekurangan atau kelebihan, masing-masing bisa memberikan efek negatif.

"Tentu sama-sama ada minusnya, tapi memang dari kerusakan akan lebih mudah menyerang yang kurang. Paling ideal harusnya saat akan mengisi udara melihat dari petunjuk yang tertera di bagian pilar pintu pengemudi, itu merupakan rekomendasi pabrikan yang dianjurkan," kata Suparna kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca: Pejalan Kaki Meninggal Dunia Setelah Ditabrak Sepeda Motor di Tambakanyar Ulu Martapura

Baca: Watak Asli Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Diungkap Pemandu Wisata di Australia, Singgung Soal Gosip

Baca: Kecelakaan Maut Tol Cipali, Kapolda Jabar : Bus Tiba-tiba Diserang Penumpang, 12 Orang Tewas

Baca: Kecelakaan Lalu Lintas, Dua Warga Palangkaraya Tewas Dalam Sehari di G Obos dan Jl Tjilik Riwut

Suparna mengatakan, setidaknya ada tiga efek buruk bila ban mobil kelebihan tekanan udara. Dampaknya ini lebih mengarah pada sisi kenyamanan ketika mengendarainya, yakni :

1. Mobil akan tidak stabil ketika dikendarai terutama pada kecepatan tinggi. Hal ini lantaran tapak ban yang menyentuh permukaan jalan mengecil, bahkan parahnya bisa menyebabkan terjadinya slip.

2. Pengendara dan penumpang akan merasakan bantingan yang keras karena udara di dalam ban terlalu padat yang membuat ban tidak bisa menyerap getaran. Perlu diingat, tekanan udara ban yang ideal memungkinkan ban memiliki daya redam layaknya sokbreker.

3. Permukaan ban akan cepat aus dari biasanya, terutama pada bagian tengah yang porsinya akan lebih banyak bergesekan dengan permukaan jalan saat udara di dalam terlalu padat.

Baca: Makanan Ayu Ting Ting Saat Liburan di Belanda Disorot, Teman Ivan Gunawan Itu Ungkap Alasannya

Baca: Kapolsek Banjarmasin Tengah : Kebakaran Kantor SPBU Teluk Dalam Disebabkan Korsleting Listrik

Baca: Sempat Semangati Istri SBY, Ani Yudhoyono, Sutopo Purwo Nugroho Mendadak Minta Doa dan Mohon Maaf

Sedangan bila ban kurang tekanan udara, Menurut Suparna memiliki potensi yang lebih berisiko ketika dikendara diantaranya :

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved