Kriminalitas Kabupaten Banjar

Terdakwa Pemenggal Kepala Nyatakan Pikir-pikir Atas Tuntuan 20 Tahun, JPU Banjar Ambil Sikap Begini

Terdakwa, Rahmadi melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum 20 tahun penjara dalam sidang putusan

Terdakwa Pemenggal Kepala Nyatakan Pikir-pikir Atas Tuntuan 20 Tahun, JPU Banjar Ambil Sikap Begini
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Sidang perdana kasus pemenggalan kepala di Lokbaintan, Kabupaten Banjar, mendengarkan dakwaan dari JPU terdakwa kasus pemenggalan kepala, Rabu (27/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Terdakwa, Rahmadi melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum 20 tahun penjara dalam sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Martapura, Senin (17/6) siang.

Mendapat reaksi dari terdakwa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Arie Zaky juga menyatakan pikir-pikir.

Menurut Arie Zaky, JPU menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP ancaman hukuman 20 tahun karena berdasarkan fakta-fakta yang ada, serta berkonsultasi dengan Pimpinan dan Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Menjadi pertimbangan adalah, terdakwa merasa sakit hati sering dibully oleh korban bernama M Safrudin (19), serta hanya satu orang saksi yang mengetahui bahwa terdakwa membawa parang dengan alasan untuk menjaga diri, serta terdakwa tidak ada niat untuk membunuh korbannya.

Niat membunuh muncul karena karena dalam perjalaan bersama korban, pertanyaannya tidak dijawab oleh Rahmadi, Adapun alasan membawa parang untuk jaga diri, karena dari segi fisik jika berkelahi maka bisa dimenangkan oleh korban, selanjutnya pada ikat pinggang korban ada senjata tajam yang merupakan ikat pinggang dimodifikasi pisau.

Baca: Cabuli 7 Bocah Santri, Oknum Pimpinan Pondok Pesantren di HST Ini Mengaku Lupa

Baca: Dua Pengedar Sabu Diamankan Polisi HST, Begini Kronologis Penangkapan Muhammad Abdillah dan Konconya

Baca: BPK Sebut Rp 145,9 M Dana Jaminan Reklamasi Mandek, Dinas ESDM Kalsel Ancam Pemegang IUP Nakal

Terdakwa menebas leher korban, karena jika menghujamkan parang yang dibawanya ke anggota tubuh lainnya, si terdakwa khawatir korban pasti melakukan perlawanan dan dirinya pasti kalah. Ditegaskan Apriady, terdakwa tidak ada niat awal untuk membunuh, membawa parang awalnya sekedar untuk menjaga diri.

Aksi yang dilakukan oleh Rahmadi itu sempat membuat geger, diawali dengan temuan badan tanpa kepala di daerah Sungaitabuk Kabupaten Banjar, Selasa (20/11/2018). Resmob Polda Kalsel, Tekap Resmob Polres Banjar serta Buser Polres Tala menangkap pelaku bernama Rahmadi (19).

Pria yang akrab disapa Madi itu ditangkap dirumah kontrakkannya di Gang 55 Desa Bentok Kecamatan Bati-bati Kabuaten Tanah Laut, Kamis (22/11) sekitar pukul 00:50 Wita lalu. Petugas pun menggelendangnya ke Polres Banjar bersama barang bukti motor korban jenis Yamaha Jupiter MX warna biru milik korban, dan Yamaha Vixion milik pelaku serta baju pelaku yang diduga ada bercak darah.

Terdakwa yang akrab disapa Madi itu membuang kepala korban ke bawah Jembatan Barito usai menghabisi korban. Maka dipimpin langsung Direktur Kriminal Kombes Sofyan Hidayat pelaku dibawa ke jembatan Barito untuk menunjukan tempat ia membuang kepala korban. Kamis pada 22 November 2018 dinihari lalu.

Namun karena air sedang pasang dan cuaca gelap pencarian pun ditunda dan dilanjutkan pada Kamis (22/11) pagi dan sekitar pukul 10.00Wita kepala korban ditemukan terbungkus tas korban. Tak hanya itu pada pencarian dipimpin Wadir Krimum AKBP Himawan Sugeha ini petugas juga menemukan senjata jenis parang yang diduga menghabiski korban yang dibuang bersama kepala korban. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved