Berita Tabalong

BPBD dan Relawan Menyebar di Tujuh Titik Pengawasan Cari Korban Tenggelam di Sungai Tabalong

Pencarian mendapatkan bantuan dari tim emergency dari beberapa Kabupaten Tetangga seperti Balangan, HSS, HSU dan HST.

BPBD dan Relawan Menyebar di Tujuh Titik Pengawasan Cari Korban Tenggelam di Sungai Tabalong
HO/BPBD Tabalong
Tim emergency dari Balangan, HSS, HSU dan HST bersama petugas BPBD Tabalong melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Tabalong 

BANJARMASIPOST.CO.ID, TANJUNG – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong beserta tim saat ini masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban tenggelam, Sahrul warga Desa Rt 08 Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong.

Pencarian mendapatkan bantuan dari tim emergency dari beberapa Kabupaten tetangga seperti Balangan, HSS, HSU dan HST.

Pencarian dilakukan secara bergantian menggunakan peralatan yang tersedia, warga sekitar juga membantu memenuhi kebutuhan para relawan. Para relawan mendirikan tenda untuk beristirahat.

Fahri salahsatu anggota BPBD mengatakan saat ini pencarian diperluas sekitar lima kilometer dari tempat kejadian korban tenggelam.

“Ada tujuh titik penjagaan dan posko, para telawan terus memantau dipermukaan sungai, tidak dilakukan penyelaman karena arus sangatlah deras dan dikhawatirkan justru bisa membahayakan,” ujarnya.

Baca: Qoriah Balangan Wakili Kalsel di Level Nasional, Bupati H Ansharuddin Beri Dukungan

Dengan adanya bantuan dari relawan luar daerah jumlah relawan yang ikut membantu pencarian sekitar 150 orang. Dan pencarian masih akan dilakukan selama waktu yang belum ditentukan. “Kami berharap bisa segera ditemukan, dan para relawan juga menjaga kondisi dan keselamatan dalam melakukan proses pencarian,” ungkapnya.

Sahrul selama ini dikenal sebagai anak yang periang dan memang mudah bergaul dengan teman sebayanya, dirinya juga pandai berenang. Tenggelamnya Sahrul bermula saat Sahrul bersama empat orang temannya ingin bermain dipinggir sungai, saat itu debit air sungai memang lebih tinggi karena curah hujan yang memang meningkat beberapa hari terakhir. 

Dua orang warga sempat memperingatkan untuk tidak bermain air karena aliran air yang cukup deras.

"Dari lima orang yang bermain tiga orang masih belum mandi dan duduk di sejenis tangga pinggir sungai melihat sahrul dan satu temannya mandi, dan ternyata Sahrul tidak bisa kembali ke pinggir dan akhirnya tenggelam, teman temannya langsung mencari pertolongan dan menghubungi BPBD," ujarnya. Salah satu warga yang sedang memancing sempat berusaha untuk menyelamatkan korban namun tidak bisa. 

Baca: RSUD Sultan Suriansyah Jadi Tempat Pemeriksaan Calon Jemaah Haji, Gunakan Alat dari Puskesmas

Setelah mendapatlan laporan teesebut BPBD, Basarnas, anggota TNI dan kepolisian serta UPBS wilayah tengah langsung melakukan pencarian menggunakan perahu melakukan penyisiran disekitar lokasi kejadian hingga saat ini.

Dihimbau kapada seluruh masyarakat untuk tidak mandi di bantaran sungai meskipun sudah memiliki keahlian berenang. Karena derasnya arus sungai terlebih sungai besar sulit diprediksi ditambah dengan arus air sungai besar bisa juga membentuk pusaran yang bisa menarik apapun yang dipermukaan. (Banjarmasinpost. co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved