Berita Kotabaru

Disperindag Cek Satu-satunya Peserta Lelang Proyek Pasar Kemakmuran

Dianggarkan sebesar Rp 13,7 Miliar, lelang proyek pembangunan pasar Kemakmuran hanya diikuti satu perusahaan.

Disperindag Cek Satu-satunya Peserta Lelang Proyek Pasar Kemakmuran
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Pasar Kemakmuran Kotabaru yang mengalami kebakaran pada 2018 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dianggarkan sebesar Rp 13,7 Miliar, lelang proyek pembangunan pasar Kemakmuran yang terbakar 2018 lalu hanya diikuti satu perusahaan.

Sebelum menetapkan pelaksana proyek, Disperindag kini harus mencek satu-satunya perusahaan penawar lelang proyek tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kotabaru Mahyudiansyah, Selasa (18/6/19) mengatakan bisa saja meski hanya satu penawar. Tetapi, menurutnya tidak bisa langsung ditetapkan melainkan dicek terlebih dahulu.

"Kami dengan Pokja akan melakukan koreksi Aritmatik, dalam Perpres dibolehkan menetapkan pemenang lelang atas satu penawar, apabila HPS penawar lebih rendah dari HPS yang dibuat dan sesuai dengan kelengkapan persyaratan KAK, maka bisa terpilih, " kata Mahyudi.

Dia menyebutkan, nilai proyek yang ditawarkan yakni Rp 13.700.000.000.

Baca: Bukti Sule dan Naomi Zaskia Kian Lengket? Ayah Rizky Febian Pamer Kemesraan Saat di Salon

Baca: Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan, Dr HC Nico Sapa Tamu Undangan Dengan Bahasa Banjar

Baca: Gara gara Juknis Berubah, Imanuel Gagal Ikuti 02SN

Baca: Ingin Madihin Mendunia, Pemadihin Milenial Manfaatkan Dunia Digital

Sesuai schedule, Pemeriksaan atau koreksi arismatik menunggu 2 hari . Sebab, dalam perpres yang baru (perpres 18 tahun 20018) proses lelang yang ada satu penawar, setelah dilakukan koreksi aritmatik maka dilakukan negosiasi dan tidak perlu diulang.

Sementara sebelumnya, sesuau perpres 16 jo 54 minimal harus 3 penawar. Dari perpes 2018 berharap segera dilakukan negosiasi dan konsisten dengan aturan perundangan yang berlaku. Hal itu sesuai dengan komitmen pihaknya dalam beberapa kali rapat (review) dengan TP4D Kejaksaan Negeri Kotabaru.

"Harapan kami, pembangunan ini berjalan dengan lancar dan mengutamakan kaidah dan kualitas, pengawasan teknis dan PPHP dibantu staf berlatar belakang teknis dari Dinas Cipta Karya dan tata ruang Kotabaru dan advis teknis skademis dari Lab Struktur dan Material Fakulatas Teknik ULM, " katanya.

Sementara itu, Pedagang sudah diinformasikan dan dicarikan tempat berjualan pedagang setuju dan akan membangun (bangunan sementara) dengan biaya sendiri, antara lain space antara blok E dan D.

Baca: Dengar Ayat Alquran Bayi Ini Begitu Tenang, Prof Hafiz Anshari Pimpin Tradisi Aqiqah dan Tasmiyah

Baca: Terjaring Razia, Pengendara Berdalih Tak Tahu Rambu dan Sistem Satu Arah di Jalan Pierre Tendean

"Agar tertib administrasi mereka kami minta membuat surat permohonan (nama dan jenis) dagangan, sehingga memudahkan pedagang dan PLN memindah arus listrik milik pedagang yang sudah ada, " katanya.

Sementara itu, sebagian pedagang (pencerekenan) mencari tempat antara blok E atau D, yang lain mengisi bangunan dibawah (swadaya) dan yang lain mencari toko yang kosong. Bangunan bekas kebakaran akan dibongkar habis.

"Bekas kebakaram dibongkar habis dan anggarannya sudah termasuk di RAB, " pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved