Bisnis

Investor Lebih Tertarik ke Vietnam Dibanding Indonesia, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Nilai investasi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, bahkan Investor cenderung tertarik berinvestasi ke Vietnam

Investor Lebih Tertarik ke Vietnam Dibanding Indonesia, Begini Penjelasan Sri Mulyani
kompas.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Memiliki potensi yang sedemikian besar, tak membuat Indonesia diminati oleh investor luar negeri.

Nilai investasi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, bahkan Investor cenderung lebih tertarik berinvestasi ke Vietnam.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, besarnya nilai investasi yang masuk ke Vietnam disebabkan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah setempat, termasuk terkait kebijakan fiskal.

Menurut Menkeu, Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang harus dibayarkan perusahaan kepada pemerintah di Vietnam adalah yang terkecil di kawasan ASEAN.

“Kami sering ditanya dengan rezim fiskalnya Vietnam yang sekarang ini dianggap berhasil menarik investasi. Untuk Vietnam, PPh Badan mereka adalah di 20 persen. Ini termasuk tarif yang rendah di kawasan ASEAN,” sebut Sri Mulyani ketika melakukan Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (17/6/2018).

Baca: Polisi Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Asal NTT ke Malaysia

Baca: Diturunkan dari Sang Ayah Jhon Tralala, Usia Delapan Tahun Said Jola Sudah Main Madihin

Baca: Sosok Ibu Luna Maya yang Jarang Terekspose, Orang Austria Tapi Panggilannya Indonesia Banget

Baca: Banjir Landa Kusan Hilir Tanahbumbu, 600 Hektare Sawah Terendam

Adapun PPh badan yang berlaku di Indonesia cenderung lebih tinggi yaitu 25 persen. Sedangkan bagi perusahaan go public atau yang sudah melantai di bursa, PPh badan yang harus dibayarkan adalah 20 persen.

Namun dari sisi insentif pajak seperti tax holiday, Indonesia dan Vietnam punya kebijakan yang tidak jauh berbeda.

Bahkan menurut Sri Mulyani, kebijakan tax holiday Indonesia sudah cukup progresif karena diberikan untuk jangka waktu hingga 20 tahun. Sedangkan di Vietnam, tax holiday dapat diperpanjang hingga 13 tahun sesuai dengan jenis investasinya.

Beberapa sektor yang diprioritaskan oleh Vietnam antara lain hi-tech dan sektor yang memiliki dampak sosial yang penting seperti bidang pendidikan, vokasi, kesehatan, budaya, olahraga dan lingkungan.

Di Indonesia pun sektor yang diprioritakan juga hampir sama yaitu vokasi dan pendidikan.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved