Berita Kotabaru

Jalan Poros Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan Bagaikan Kubangan, Hanya Bisa Dilewati Trail

Jalan yang dilalui hampir semua desa di Kecamatan tersebut rusak parah. Jalannya lebih banyak kubangan ketimbang jalan yang baik di desa tersebut.

Jalan Poros Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan Bagaikan Kubangan, Hanya Bisa Dilewati Trail
istimewa
Jolan Poros Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan rusak parah, mobil box terperangkap di jalan rusak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Jalan Poros di wilayah Kecamatam Pamukan Selatan Kabupaten Kotabaru, bisa dibilang sebagai jalur offroad.

Bagaimana tidak, jalan yang dilalui hampir semua desa di Kecamatan tersebut rusak parah. Jalannya lebih banyak kubangan ketimbang jalan yang baik di Desa tersebut.

Mulai dari Kecamatan Desa Tanjung Semalantakan hingga desa Sukadana, hancur berat. Bahkan, jalan tersebut tak pernah tersentuh aspal. Warga yang lewat di jalan tersebut harus pikir panjang bila hendak keluar desa.

Sebab, jalan tersebut hanya mampu dilalui kendaraan trail dan sejenisnya. Sedangkan bila memaksakan menggunakan kendaraan biasa, bisa dipastikan bakal terjebak atau tak bisa lewat terutama di musim penghujan tersebut.

Baca: Pura-pura Sebagai Wali dan Ajarkan Ilmu Laduni, Warga Asal Kalsel Malah Cabuli Remaja Putri Kapuas

Baca: RSUD Sultan Suriansyah Jadi Tempat Pemeriksaan Calon Jemaah Haji, Gunakan Alat dari Puskesmas

Hal ini diakui Kepala Desa Sekandis, Abdullah. Dia hanya bisa mengeluh karena hingga saat ini, dia masih kesusahan untuk melintas jalan tersebut. Sementara jalan lainnya juga tak ada yang bisa dilalui.

"Wah jalannya, saya sulit menceritakannya. Kondisinya luar biasa rusaknya, apalagi musim hujan sekarang. Mungkin titik jalan rusak sangat banyak dan bisa sampai 50 meter, " kata Abdullah.

Jolan Poros Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan rusak parah, hanya dapat dilewati kendaraan trail.
Jolan Poros Kotabaru di Kecamatan Pamukan Selatan rusak parah, hanya dapat dilewati kendaraan trail. (istimewa)

Dia juga menyebutkan, sejak dirinya mengeri dengan kondisi jalannya sejak kecil, dia tidak pernah melihat ada perbaikan di jalan tersebut. Menurutnya, untuk melintasi jalan tersebut perlu perjuangan besar.

"Sudah ada yang pernah ngukur tapi sampai sekarang belum jelas kabarnya. Jaraknya dari Ibu kota Kecamatan hingga Sukadana sekitar 35 KM, " katanya.

Serupa dengan Kades Sekandis, Kades Sakalimau, Haryono juga mengungkapkan hal yang sama. Jalan tersebut sudah rusak parah berpuluh tahun. Menurutnya sepeda motor saja yang bisa melintas, sementara bila pakai mobil, siap-siap untuk berjuang dan mendorongnya.

Baca: Putra Maia Estianty Akui Tak Dapat Uang Jajan Dari Irwan Mussry Meski Ayah Sambung Dul Konglomerat

"Perekonomiam warga disini jadi sulit karena akses jalannya yang masih sangat sulit. Tak heran bila ada warga yang berpindah lantaran kondisi seperti ini, " katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Alam Kotabaru, Joni Anwar, Selasa (18/6/19) mengatakan di Pamukan Selatan sudah ada perencanaan. Dia mengatakan dari Jalan di Tanjung Simalantakan kecamatan Pamukan Selatan sampai Sulangkit Kecamatam Kelumpang Utara, melalaui sejumlah desa akan dilakukan peningkatan jalan berupa perkerasan.

"Saya tidak hapal berapa panjangnya, yang jelas dari Tanjung Semalantakan hingga Sulangkit, kalau tidak salah sekitar 30 KM kalau tidak salah ya saya tidak hafal berapa panjangnya, yang jelas sudah masuk lelang di ULP, " katanya.

Sementara untuk amggaran perkerasan jalan tersebut mencapai sebesar Rp 32 Miliar. Jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten tembus Pudi, Tanjung Batu yang kebetulan juga dikerjakan.

"Kapan diaspalnnya atau tahun depan, kami belum bisa memastikan karena melihat anggaran kita. Yang jelas tahun ini perkerasan dan sekarang sudah dilelang, tinggal menunggu pemenangnya. Tahun ini pasti dilakukan perkerasan, " katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved