Berita Banjarmasin

Kadishub Kota Banjarmasin Nobatkan 55 'Pak Ogah' Sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas, Supeltas

Dishub Kota Banjarmasin menobatkan 55 orang pengatur lalu lintas yang akrab disebut sebagai “Pak Ogah” sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas.

Kadishub Kota Banjarmasin Nobatkan 55 'Pak Ogah' Sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas, Supeltas
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kadishub Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik memberikan atribut kepada Supeltas yang dibina oleh Dishub Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Secara resmi, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menobatkan 55 orang pengatur lalu lintas yang akrab disebut sebagai “Pak Ogah” sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas Kota Banjarmasin.

Mereka merupakan pengatur lalu lintas yang sudah lama berada di jalanan pada ruas jalan Kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik menerangkan, keberadaan pengatur lalu lintas di jalanan itu memang tidak boleh. Karena pengaturan lalu lintas sepenuhnya tanggung jawab pemerintah.

“Tapi kami juga tidak bisa memungkiri bahwa jumlah anggota Dishub Kota Banjarmasin juga terbatas. Sementara banyak ruas jalan yang memang harus diamankan,” ucap Ichwan pascamemberi para Supeltas rompi untuk tugas mereka di Halaman Kantor Dishub Kota Banjarmasin, Selasa (18/6/2019).

Ichwan mengatakan, keberadaan para pengatur lalu lintas yang tidak resmi itu memang sangat banyak membantu pemerintah dan masyarakat. Namun satu sisi juga tidak diperbolehkan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya pun melakukan pembinaan kepada para pengatur lalu lintas yang bersedia dibina.

Baca: Satlantas Polres Banjarbaru Gelar SIM Keliling Setiap Hari Selama Dua Pekan, Cek Ini Lokasinya

Jaket atau rompi warna orange menandakan bahwa para Supeltas ini berada di bawah binaan Dishub Kota Banjarmasin. Terlebih ujar Ichwan, itu hanya diberikan pada orang tertentu dan tidak dijual di pasaran. Sehingga bisa membedakan yang mana resmi dan yang mana tidak.

Pihaknya juga telah berencana melakukan penertiban pada sejumlah pengatur lalu lintas yang dianggap tidak resmi. Apalagi sengaja meminta uang kepada pengendara yang lewat.

Para Supeltas ujar Ichwan akan diajarkan bagaimana cara mengatur lalu lintas sesuai standar lalu lintas yang ada. Termasuk tatacara mengarahkan arus bagi pengendara. Bahkan mereka juga bakal dibekali peluit untuk tugas tersebut.

Tentunya, karena sukarelawan, para pengatur lalu lintas ini pun tidak dibayar. Namun mereka diperbolehkan menerima apa yang diberi pengendara. Larangan penting yakni tidak boleh meminta.

“Mereka membantu masyarakat secara ikhlas. Kalau ada yang mau bersedekah monggo silakan. Tapi mereka dilarang untuk meminta,” jelasnya.

Baca: NEWSVIDEO : Dishub dan Satlantas Polresta Banjarmasin Razia Sistem Satu Arah di Jl Pierre Tendean

Dinobatkan para pengatur lalu lintas ini tentunya sebagai bentuk menghormati para sukarelawan tersebut. Karena sebut Ichwan, mereka sudah membantu memperlancar lalu lintas. Terlebih di Banjarmasin, diperkirakan ada sekitar 25 lokasi yang memang diperlukan penjagaan.

Kepada pengendara jalan, Ichwan juga berpesan agar pengendara juga menghormari para Supeltas yang telah dibina Dishub Kota Banjarmasin itu. Ia juga mengingatkan agar para Supeltas bisa bekerja secara sukarela dan ikhlas.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved