BPost Cetak

Menyaksikan Sepak Terjang Petenis Putri Belia Banua, Ela Pernah Kalahkan Tim Laos dan Filipina

Meski usianya baru 12 tahun, teknik bermain Ela kerap di atas pemain yang lebih senior.

Menyaksikan Sepak Terjang Petenis Putri Belia Banua, Ela Pernah Kalahkan Tim Laos dan Filipina
Banjarmasinpost Group
Lailatul Fajria petenis belia berbakat asal Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Service keras yang dilakukan petenis belia, Lailatul Fajria, beberapa kali membuat lawannya terpelongo. Bola meluncur keras tanpa bisa dijangkaunya.

Bahkan Danrem 101 Antasari Kolonel Inf Mohammad Syech Ismed, yang rutin bermain tenis, pernah merasakan dahsyatnya service serta kelincahan Ela --sapaan Lailatul– ketika keduanya melakukan uji coba di Lapangan Tenis Korem 101 beberapa waktu lalu.

Meski usianya baru 12 tahun, teknik bermain Ela kerap di atas pemain yang lebih senior. Dalam beberapa kejuaraan kelompok umur baik lokal maupun nasional, Ela tampil sebagai pemenang.

Tidak heran Ela pun diminta memperkuat Timnas Tenis Putri KU 12 Tahun pada Kejuaraan Tenis Internasional bertitel “South East Asia (SEA) Regional Qualifying Event ITF Asia 12 & Under Team Competition - 2019” di Manila Filipina 31 Mei 2019.

Baca: ULM Melangkah ke Tingkat Internasional, Doktor Kehormatan untuk Nico “Max Havelaar” Roozen

Baca: Begini Pemadihin Milenial Promosikan Madihin, Youtube dan Instagram Jadi Media

Baca: Bukan ke Realmadrid, Titisan Cristiano Ronaldo Ini Berlabuh ke Atletico Madrid

Baca: Tengah Berbicara dengan Hakim, Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Pingsan dan Meninggal

Meski gagal meraih gelar juara seperti tim putra, Ela dan kawan-kawan masih bisa berbangga karena meraih dua kemenangan telak. Setelah menggebuk tim Laos dengan skor 3-0, Indonesia mengalahkan tuan rumah dengan skor sama.

Dalam laga itu duet Ela dan Shinar Zahra Shukayna Heryadi menyempurnakan kemenangan tim Indonesia menjadi 3-0 setelah membekuk ganda Laos, Souvananh Hacnolath dan Thirada Phommachack. Ela dan Shinar melibas Souvananh dan Thirada dengan skor telak 6-0 dan 6-0.

Sayang di laga melawan tuan rumah, Ela dan Shinar tidak bertanding karena tuan rumah mengundurkan diri. “Tapi saat lawan Malaysia dan Thailand, kita kalah,” ujar Ela.

Meski demikian selama di timnas Ela mengaku bisa mendapat pelajaran tambahan dari pelatih nasional. Ditambah dengan pengalaman bermain di event internasional.

“Selama di Filipina orangtua tidak ikut namun kami bisa berkomunikasi sebelum pertandingan,” ujar siswi SDN SN Teluk Dalam 3 ini.

Keberhasilan Ela ini diharapkan membangkitkan gairah tenis Banua yang sebelumnya tidak pernah melahirkan atlet berbakat hingga ke event nasional. “Kita patut berbangga karena Ela merupakan satu-satunya petenis putri Kalsel yang bisa menembus timnas dan bertanding di tingkat Asia,” kata Ketua Pelti Banjarmasin Eddy Rubayat.

Halaman
123
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved