Berita Regional

Polisi Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Asal NTT ke Malaysia

Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman 21 pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia

Polisi Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Asal NTT ke Malaysia
(KOMPAS.com/HADI MAULANA)
Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menyelamatkan 21 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia, Senin (17/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATAM - Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman  21 pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke Malaysia, Senin (17/6/2019).

Puluhan PMI yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan diberangkatkan ke Malaysia tanpa dokumen yang lengkap, melalui pelabuhan yang tidak resmi.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal pada Sabtu (15/6/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, di mana anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terhadap informasi dari masyarakat bahwa diduga adanya calon PMI ilegal yang datang dari NTT.

Para PMI ini tiba di Batam melalui jalur laut dengan memanfaatkan arus balik Lebaran untuk tujuan dapat menjadi PMI ilegal di Malaysia.

Baca: Diturunkan dari Sang Ayah Jhon Tralala, Usia Delapan Tahun Said Jola Sudah Main Madihin

Baca: Gisella Anatasia & Wijin Tepergok Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Status Mantan Gading Marten Disebut

Baca: Banjir Landa Kusan Hilir Tanahbumbu, 600 Hektare Sawah Terendam

Baca: Segera Tertibkan Pelangsir Solar di SPBU Jalan Gubernur Soebarjo

Di Batam, mereka ditampung di rumah Mursalin yang berperan sebagai pengurus atau penampung PMI ilegal di Batubesar, Nongsa, Batam.

"PMI tersebut tidak memiliki dokumen yang lengkap untuk persyaratan sebagai PMI yang resmi," kata Erlangga, saat memberikan keterangan pers di Polda Kepri, Senin (17/6/2019).

Dari penyelidikan tersebut, 1 orang yang diduga sebagai pelaku yang mengurus atau menampung 21 PMI ilegal tersebut dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna proses penyidikan lebih lanjut.

Dari 21 orang PMI asal NTT ini, 15 orang di antaranya laki-laki dan 6 orang perempuan.

Mereka berasal dari Kabupaten Malaka 14 orang, Kabupaten Belu 6 orang dan 1 orang dari Kabupaten Kupang.

"Kemudian untuk PMI ini kami koordinasi dengan pihak BPN3TKI untuk tindak lanjut pemulangan mereka ke daerah asal," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved