Berita Nasional

Terima 4.000 Dollar Singapura dari Habil Marati, Kivlan Zen Mengaku Bukan untuk Rencana Pembunuhan

Kivlan zen mengaku menerima 4.000 dolar Singapura dan Rp 50 juta dari Habil Marati (HM)tersangka kasus renca pembunuhan empat pejabat tinggi negara

Terima 4.000 Dollar Singapura dari Habil Marati, Kivlan Zen Mengaku Bukan untuk Rencana Pembunuhan
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus rencana pembunuhan empat pejabat tinggi negara terus berkembang. Keterlibatan, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen pun mulai terkuak terkait dengan sumber dana pembelian senjata api untuk aksi tersebut.

Meski mengaku menerima 4.000 dolar Singapura dan Rp 50 juta dari tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara, Habil Marati (HM), Namun Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen membantah dana tersebut untuk pembelian senjata api.

"Iya, (Bapak Kivlan) terima (uang dari Habil). Yang satu Rp 50 juta, yang satu lagi 4.000 dolar Singapura untuk kegiatan antikomunis atau Supersemar yang (diadakan) di Monas," ujar Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri di Gedung Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Namun, uang tersebut digunakan untuk keperluan unjuk rasa dan tidak ada kaitannya dengan pembelian senjata api.

Baca: Anak Milenial di Banua Geluti Kesenian Madihin, Bentuk Komunitas Madihinesia dan Punya Misi Mulia

Baca: Live Streaming MNC TV & Jadwal Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Piala AFC U-20 Futsal 2019

Baca: 6 Gejala Awal Dialami Agung Hercules Sebelum Sakit Kanker Otak atau Glioblastoma

Baca: Vanessa Angel Dituntut 6 Bulan Penjara, Pengacara Sebut Banyak Saksi Belum Dihadirkan Polisi

"(Bapak Kivlan) mengakui (menerima dana dari HM). Tapi tidak sesuai dengan tuduhan. Uang itu hanya untuk demo. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah pembelian senjata, membunuh tidak ada sama sekali," kata Yuntri.

Menurut Yuntri, kliennya dan HM saling mengenal sejak setahun lalu melalui sebuah grup di WhatsApp.

"Mereka kan kenal dari WhatsApp grup. Itu grup untuk diskusi saja tentang masalah kebangsaan. (Tapi mereka dikatakan) dekat juga enggak, jauh juga enggak, tapi kenal baik," ujar Yuntri.

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Polisi menahan Kivlan Zen di tahanan Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan karena disangka memiliki dan menguasai senjata api yang terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Polisi menahan Kivlan Zen di tahanan Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan karena disangka memiliki dan menguasai senjata api yang terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. ((ANTARA FOTO/RENO ESNIR))

Seperti diketahui, hari ini, Kivlan diperiksa kembali sebagai saksi kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara yang menjerat dengan tersangka Habil Marati (HM).

Pemeriksaan hari ini merupakan pemeriksaan lanjutan dari sebelumnya pada Jumat (14/6/2019). 

Baca: Kisah Pilu Masa Kecil Ashanty Buat Istri Anang Rela Habiskan 17 Juta Untuk Barang Ini di Kanada

Baca: Shandy Aulia Mulai Buat Daftar Perlengkapan Kebutuhan Bayi, Aku Juga Agak Shock

Baca: Ternyata Ini Alasan Penumpang Serang Sopir Bus Safari yang Sebabkan 12 Orang Tewas di Tol Cipali

Adapun, Habil ditetapkan sebagai tersangka penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara.

Habil ditangkap di rumahnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 29 Mei 2019.

Sementara itu, Kivlan Zen telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan tengah menjalani penahanan di Rutan POM Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, selama 20 hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kivlan Akui Terima Uang 4.000 Dollar Singapura dari Habil Marati untuk Aksi Supersemar"

Penulis : Rindi Nuris Velarosdela

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved