Berita Banjarbaru

Balai Bahasa Kalsel Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Penggunaan Bahasa Indonesia

Pentingnya penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam sebuah penulisan berita, turut menjadi perhatian Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel).

Balai Bahasa Kalsel Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Penggunaan Bahasa Indonesia
HO/Balai Bahasa Kalsel
Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar diskusi kelompok terpumpun penggunaan bahasa Indonesia di media massa untuk wilayah Kota Banjarbaru. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Pentingnya penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam sebuah penulisan berita, turut menjadi perhatian Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selama dua hari, Rabu, (19/6) dan Kamis, (20/6) Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar diskusi kelompok terpumpun penggunaan bahasa Indonesia di media massa untuk wilayah Kota Banjarbaru.

Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Sultan Sulaiman, Kabupaten Banjar ini
diikuti perwakilan dari humas Pemko Banjarbaru, Dinas Kominfo Banjarbaru, Dinas Kominfo Kalsel dan sejumlah reporter dari berbagi media yang ada di Kota Banjarbaru.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Imam Budi Utomo, mengatakan berkembangnya zaman dari waktu ke waktu, telah membuat media massa menjadi rujukan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Baca: Gubernur Kalsel Ikut Resmikan Pelayanan Listrik 24 jam di Rantau Bujur bersama PLN

Penggunaan tata bahasa indonesia dari berbagai media cetak, elektronik, maupun online sepatutnya dapat memartabatkan bahasa negara.

Menurutnya, media massa disamping menyampaikan infomasi terkait dengan substansi, bahasa yang digunakannya juga harus bahasa teratur, benar, dan baku sesuai dengan kaidah tata bahasa.

Hal ini berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

"Pada pasal 39 menyatakan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam media massa," katanya.

Disebutkannya bahwa pihaknya telah melakukan penelitian guna mengkaji pemakaian bahasa di media massa yang dipimpin oleh Peneliti Muda Balai Bahasa Kalsel, Musdalipah.

Dari hasil kajian itu, Balai Bahasa Kalsel mendapati beberapa aspek kesalahan dalam berita-berita yang diterbitkan media massa. Baik yang menyangkut kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, pilihan kata, penyusunan kalimat dan lain sebagainya.

"Lewat diskusi ini, setidaknya kita dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan berbahasa tersebut," katanya.

Baca: 100 Pelaku UMKM Binaan BNI Wilayah Banjarmasin Ikuti BDS yang Digelar KPP Pratama Banjarmasin

Seiring berjalannya waktu, menurutnya media massa telah berkembang menjadi lebih baik lewat penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Tentunya harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi ke depannya sehingga tulisannya mudah dipahami dan masyarakat bisa mengikutinya.

"Kesalahan yang paling dominan saat ini yaitu penyusunan kalimat dan penggunaan ejaan.
Kadang kalau menulis kalimat, kita tidak sadar bahwa kalimat yang kita gunakan tidak bersubyek dan telalu bertele-tele," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved