SARABA KAWA

BPP Bintang Ara Tampilkan Hasil Pertanian Lewat Menara Jagung, Padi dan Kedelai

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dinas Pertanian Tabalong secara berkala memberikan penyuluhan kepada kelompok pertanian.

BPP Bintang Ara Tampilkan Hasil Pertanian Lewat Menara Jagung, Padi dan Kedelai
HO/Humas Pemkab Tabalong
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dinas Pertanian Tabalong secara berkala memberikan penyuluhan kepada kelompok pertanian. Salah satunya dalam pemanfaatan hasil pertanian 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dinas Pertanian Tabalong secara berkala memberikan penyuluhan kepada kelompok pertanian. Salah satunya dalam pemanfaatan hasil pertanian.

Dan dalam peringatan Hari Krida kelompok tani menampilkan hasil panen pertanian. Seperti yang dibuat oleh BPP Kecamatan Bintang Ara. Dengan membuat menara Padi, Jagung dan Kedelai.

Hasil olahan ini mendapat perhatian dari sejumlah masyarakat yang hadir pada acara peringatan Hari Krida Pertanian ke – 47 yang dilaksanakan di Pusat Perbelanjaan Barunak Kabupaten Tabalong.

Hal tersebut lantaran BPP Bintang Ara menghiasi stand mereka dari hasil olahan pertanian yang berbentuk menara.

”Kami menampilkan Menara Pajele, dimana menara ini merupakan hasil olahan pertanian seperti padi, jagung, dan kedelai yang dibentuk seperti menara, hasil tanaman pertanian ini merupakan panen dari warga Kecamatan Bintang Ara,” Ujar Koordinator BPP Kecamatan Bintang Ara, Hermansyah.

Selain hiasan stand BPP Bintang Ara juga memiliki keunggulan lainnya, seperti budidaya Buah Langsat Tanjung dan pembibitan Kelapa Salak yang masih dikembangkan.

Lebih lanjut, Hermansyah menambahkan dari semua hasil pertanian yang dipamerkan kali ini, tidak terlepas dari bahan pupuk organik, dimana pupuk sebagai bahan nutrisi agar tanaman yang dihasilkan bisa subur dan mendapatkan hasil yang baik.

“Selain hasil pertanian ,kami juga menampilkan pupuk organik yang kami pakai untuk nutrisi tanaman, yakni pupuk organik hayati (POH), dan kami sudah menerapkan POH tersebut pada semua tanaman kami dan hasilnya sangat terlihat, tanaman yang dihasilkan lebih alami dan bagus. “Jelasnya.

Terakhir, Hermansyah menjelaskan bahwa dalam penggunaan POH selama hampir dua tahun memiliki banyak keuntungan, selain menghemat biaya karena pembelian pupuk relatif murah juga tanaman yang dihasilkan lebih baik, alami serta tanah lebih subur.(*/Aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved