Yayasan Adaro Bangun Negeri

Clean Up Day, Cara Yayasan Adaro Bangun Negeri Inisiasi Perubahan Lingkungan di Daerah

Clean Up Day, Cara Yayasan Adaro Bangun Negeri Inisiasi Perubahan Lingkungan di Daerah

Clean Up Day, Cara Yayasan Adaro Bangun Negeri Inisiasi Perubahan Lingkungan di Daerah
yabn
Simbolis tanda komitmen masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pada awal bulan atau tepatnya tanggal 5 Juni lalu, tagar #BeatAirPollution menjadi trending di beberapa media sosial.

Bukan tanpa alasan karena ditanggal tersebut tengah diperingati World Environment Day atau hari lingkungan hidup sedunia yang pada tahun 2019 ini mengangkat tema untuk memerangi polusi.

Menurut data yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) ada sekitar 7 juta orang meninggal akibat polusi udara setiap tahunnya. Di Indonesia permasalahan lingkungan menjadi hal cukup menjadi perhatian untuk segera diselesaikan.

Setelah setahun sebelumnya ditetapkan sebagai negara dengan penyumbang sampah plastik ke laut ke dua setelah Cina, DKI Jakarta ibu kota Indonesia harus menerima kenyataan pahit lain dengan ditetapkan sebagai kota paling kotor di dunia oleh WHO dengan indeks kualitas udara menunjukkan angka 210, berdasarkan AirVisual.

Berarti sudah sangat mengkhawatirkan karena tidak lagi berwarna merah melainkan berwarna ungu.

Sampah di selokan diangkat agar aliran dalam saluran tidak tersumbat.
Sampah di selokan diangkat agar aliran dalam saluran tidak tersumbat. (yabn)

Sampah dan polusi menjadi hal yang sejatinya dapat diatasi dengan beragam cara.

Mulai dari mengubah kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarang, tidak menggunakan plastik sekali pakai, membawa botol minum yang dapat diisi ulang, menanam pohon di pekarangan rumah, hingga menghemat penggunaan alat elektronik dan beralih menggunakan transportasi umum menjadi hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan lingkungan.

Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menginisiasi perubahan lingkungan di sejumlah daerah tepatnya di Kabupaten Tabalong dan Balangan. 

Semangat para pelajar tidak surut meski selama kegiatan diguyur oleh hujan.
Semangat para pelajar tidak surut meski selama kegiatan diguyur oleh hujan. (yabn)

Melalui kegiatan Clean Up Day seluruh lapisan masyarakat ikut serta dalam aksi bersih-bersih mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga dalam kegiatan bersih-bersih di lingkungannya.

Selain aksi bersih-bersih dilakukan pula penanaman ratusan pohon di sejumlah wilayah dan membangun komitmen bersama masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Sejak tahun pertama dijalankan hingga tahun 2018 tercatat 60ribu lebih peserta teribat dalam kegiatan ini dan berhasil membersihkan puluhan ton sampah sehingga secara langsung mendukung pencapaian kabupaten-kabupaten pelaksana kegiatan dalam meraih Adipura. 

Sampah dikumpulkan kemudian diangkut dan dipilah.
Sampah dikumpulkan kemudian diangkut dan dipilah. (yabn)

Selain aksi bersih-bersih secara massif, YABN juga secara langsung menjalankan program konservasi lingkungan, penanaman bambu menjadi upaya yang dilakuakn untuk mengurangi bencana tanah longsor di bantaran sungai di Kabupaten Tabalong dan Balangan.

Lebih dari 5.000 lebih bambu ditanam bersama masyarakat untuk mencegah erosi akibat sapuan arus sungai.

Bersama masyarakat, YABN juga membentuk kelompok tani di desa Halong kecamatan Haruai dengan melakukan pembinaan berupa pengembangan usaha pembibitan bambu dan menjadi tambahan sumber ekonomi bagi masyarakat desa tersebut.

YABN selalu berupaya membangun energi perubahan untuk menciptakan lingkungan hidup yang ramah bagi masyarakat di sejumlah wilayah untuk lingkungan hidup yang lebih baik. (aol)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved