Berita Banjarmasin

Ibnu : Tak Ada Sangketa Lagi Antar SKPD yang Menangani Kelotok Wisata, Tinggal Keanggotaan Koperasi

Dishub menonjolkan keselamatan pelayaran atau perairan. Disbudpar ingin tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal.

Ibnu : Tak Ada Sangketa Lagi Antar SKPD yang Menangani Kelotok Wisata, Tinggal Keanggotaan Koperasi
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sejumlah kelotok wisata di dermaga Manara Pandang Banjarmasin terlihat berjejer di Sungai Martapura, Siring Pierre Tendean, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Misskomunikasi yang sempat terjadi di antara Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Banjarmasin disikapi oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (19/6/2019), orang nomor satu di Kota berjuluk seribu sungai itu mengatakan bahwa sudah tidak ada sangketa atas SKPD tersebut.

Ia juga sudah melakukan pertemuan antara Dishub Kota Banjarmasin, Disbudpar Kota Banjarmasin dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Ketenagakerjaan yang terlibat untuk penataan kelotok pariwisata di Siring Pierre Tendean, Banjarmasin.

“Saya kira sudah tidak ada sangketa lagi. Karena itu sudah kesepakatan kami untuk melakukan penataan terhadap ikon wisata Kota Banjarmasin, yaitu kelotok,” ucap Ibnu Sina.

“Tentu safety penting, kearifan lokal juga penting. Jadi jangan sampai ini dipertentangkan. Melainkan harus ada kesepakatan bersama,” tambahnya.

Baca: Kecewa, Kadishub Kota Banjarmasin Tegaskan Tak Ikut Campur Lagi Rehab Kelotok Wisata Siring

Baca: Ini Ternyata Penyebab Kelotok Wisata Siring Pierre Tendean Kota Banjarmasin Pecah Jadi Dua Kubu 

Ibnu menerangkan, Dishub menonjolkan keselamatan pelayaran atau perairan. Disbudpar ingin tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal. Sehingga tinggal bagaimana kesepakatan mengenai hal tersebut.

Adapun yang masih jadi pembahasan ujar Ibnu yakni mengenai keanggotaan koperasi yang diisi oleh pemilik kelotok. Itu sebutnya berbeda dengan rencana Pemko Banjarmasin untuk melakukan penataan terhadap kelayakan dan standar keselamatan angkutan kelotok yang menjadi ikon wisata susur sungai.

Ia jelaskan, untuk mengubah desain kelotok wisata sesuai standar keselamatan pelayaran memerlukan dana besar. Sementara, pemilik kelotok tidak sanggup akan hal tersebut. Namun disisi lain ucapnya, jangan sampai pula wisata susur sungai terganggu. Apalagi disebabkan pertentangan antara juragan kelotok.

“Kesepakatan akhir, yang penting keselamatan tetap terjaga dan rencana pembiayaan rehab kelotok menggunakan dana CSR,” ucap Ibnu.

Sementara kepada tiga SKPD terkait yang menangani kelotok wisata tersebut, Ibnu menyarankan agar para SKPD itu bekerjasama untuk menata wisata susur sungai di Banjarmasin.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved