Tajuk

PAD dan Banjir

BANJIR kembali terjadi di Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan. Hampir dua pekan lamanya, sejak terjadi hujan deras pada 8 Juni lalu

PAD dan Banjir
Kades untuk banjarmasinpost.co.id
Beberapa warga yang bertahan di rumah mereka membuat apar-apar mengatasi banjir di Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BANJIR kembali terjadi di Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan. Hampir dua pekan lamanya, sejak terjadi hujan deras pada 8 Juni lalu. Kedalaman air mencapai 1,5 meter. Berdampak pada lumpuhnya aktivitas di sebagian wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

Bencana kali ini merupakan banjir besar kedua setelah 2017.

Berdasar catatan BPBD Tanahbumbu, enam kecamatan terdampak banjir itu. Antara lain Kecamatan Mentewe, Karangbintang, Batulicin, Kusan Hulu, Satui, dan Sungailoban.

Tiga wilayah setidaknya sekitar 600 kepala keluarga (KK) terdampak banjir Khusus di Kusan Hilir, sekitar 600 hektare sawah terendam. Akibatnya lebih dari 165 hektare sawah terancam gagal panen.

Di Salimuran ada 217 kepala keluarga (KK) atau 713 jiwa, 182 buah rumah terendam.

BPBD mengatakan penyebab banjir adalah karena adanya pendangkalan sungai. Alhasil, Pemkab Tanbu berencana lakukan normalisasi sungai hingga pembuatan bendungan.

Mengenai sebab dari industri yang ada di Tanahbumbu, Pemkab setempat berdalih harus mengumpulkan dokumen analisa dampak lingkungan (amdal) perusahaan yang berada di kawasan banjir.

Pertanyaannya, apakah banjir yang terjadi hampir setiap tahun itu hanya disebabkan pendangkalan sungai?

Berdasar luas wilayah dan penggunaan lahannya, ada dua industri besar di Tanahbumbu, pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel dengan data terakhir 27 Februari 2018, luas wilayah Tanahbumbu terdiri dari 6.791 hektare perkampungan, 800 hektare industri, 1.465 pertambangan, dan 15.562 persawahan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved