Berita Tapin

Siapa Saja yang Tak Wajib Qada atau Ganti Puasa Ramadan? Ini Penjelasan H Taberani Andar

Ramadan adalah bulan diwajibkan berpuasa bagi umat Islam, lelaki maupun perempuan yang berakal sehat untuk mencapai derajat takwa

Siapa Saja yang Tak Wajib Qada atau Ganti Puasa Ramadan? Ini Penjelasan H Taberani Andar
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Guru Haji Taberani Andar, S.Aq 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ramadan adalah bulan diwajibkan berpuasa bagi umat Islam, lelaki maupun perempuan yang berakal sehat untuk mencapai derajat takwa. Kewajiban berpuasa itu sebelumnya juga dilaksanakan oleh Nabi Adam hingga Nabi Akhir Zaman, Nabi Muhammad Saw.

Lantas bagaimana dengan perempuan beragama Islam atau muslimah yang tidak penuh berpuasa selama Ramadan.

Berikut ini wawancara reporter Banjarmasinpost.co.id dengan Guru Haji Taberani Andar, S.Aq, juru dakwah atau Dai di Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin di kediamannya, Rabu (19/7/2019).

Apakah perempuan yang berhalangan karena haid, melahirkan, menyusui bayinya diboleh tidak berpuasa di bulan Ramadan?

Ada beberapa orang yang tidak wajib berpuasa saat Ramadan, yaitu perempuan yang haid, perempuam melahirkan, perempuan hamil, perempuan menyusui, menderita sakit, dirawat inap di rumah sakit, orangtua jumpo dan musafir atau orang yang bepergian.

Baca: Bacaan Niat Puasa Syawal 1440 H Setelah Idul Fitri 2019 Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca: Ayo Kejar Keutamaan Puasa Syawal! Pahalanya Setara dengan Puasa Selama Setahun, Ini Haditsnya

Baca: Kalsel Masuk Zona Merah Korupsi, DPRD Kalsel : Tidak Perlu Dibantah, Jadikan Modal Perbaikan

Mereka ini boleh tidak berpuasa di bulan Ramadan. Tapi tetap wajib mengganti puasa yang ditinggal saat Ramadan. Misalnya usai haid, usai melahirkan dan usai menyusui bayi, puasa yang ditinggalkan saat Ramadan dilaksanakan diwaktu lainnya.

Apakah mereka itu wajib melunasi puasa sebelum ramadan berikutnya tiba?

Benar, sebaiknya hutang puasa ramasan itu sesegeranya diganti. Hukumnya wajib mengganti puasanya yang ditinggal saat Ramadan di lain waktunya, lebih baik puasa pengganti itu berbarengan dengan puasa sunat enam hari di bulan syawal.

Bagaimana jika tidak dapat mengganti puasa Ramadan?

Jelas orang Islam yang tidak berpuasa tanpa uzur hukumnya berdosa. Puasa itu wajib hukumnya dan mengganti puasa di lain waktu ramadan juga wajib hukumnya.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved