Berita HST

Sudah 147 Kasus DBD di HST, Begini Langkah Dinas Kesehatan untuk Membasmi Nyamuk

Kasus DBD belum ada korban jiwa. Meski demikian kasus ini sudah lebih dari setengah kasus DBD yang terjadi pada 2018 lalu yakni 186 kasus.

Sudah 147 Kasus DBD di HST, Begini Langkah Dinas Kesehatan untuk Membasmi Nyamuk
IKWANSYAH UNTUK BPOST GROUP -
Ilustasi - Pengasapan (fogging) di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar oleh petugas dari Dinas Kesehatan Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus demam berdarah dengue sejak awal 2019 hingga saat ini sudah mencapai 147 kasus.

Beruntung, hingga saat ini kasus DBD belum ada korban jiwa. Meski demikian kasus ini sudah lebih dari setengah kasus DBD yang terjadi pada 2018 lalu yakni 186 kasus.

Kasus luar biasa DBD pernah terjadi pada 2015 dan 2016 dimana penderita DBD di atas 400. 2015 sebanyak 487 penderita dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangakan 2016 tercatat 534 kasus dan satu orang meninggal dunia. 

Sedangkan 2017 tercatat 14 kasus, 2018 186 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabuapten Hulu Sungai Tengah, drg Kusudiarto, mengatakan kasus demam berdarah yang paling banyak terjadi pada Kecamatan Haruyan Desa Andang dan sekitarnya.

Baca: Kalsel Persiapkan Diri sebagai Tuan Rumah Harganas, Puncaknya 3-6 Juli 2019 

“Dari beberapa penyakit yang timbul dikarenakan kurangnya kesadaran tentang kebersihan lingkungan," katanya.

Dijelaskannya, DBD terjadi karena masyarakat kurang aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Apalagi, masyarakat menganggap kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab pemerintah.

Selain itu, ia berharap masyarakat bisa aktif untum membersihkan lingkungan rumah masing-masing.  

"Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan secara berkala," kataya. 

Baca: Kemarahan & Tangis Amy Qanita Saat Raffi Ahmad Minta Nikah Lagi, Ajak Temui Ibu Nagita Slavina?

Sementara itu, DBD berkaitan erat dengan kepadatan penduduk, mobilitas, pengetahuan, sikap, perilaku, dan peran serta masyarakat dan kondisi iklim.

Selain itu perlu ada strategi gerakan satu Rumah satu jumantik yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat  dalam pencegahan dan pengendalian DBD. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved