Berita HSS

Uang Penghargaan Purnatugas  DPRD  HSS, Rp 1,75 Juta Per Tahun, Pengganti Antarwaktu Tidak Full

Saat ini, KPU HSS belum mengumumkan secara resmi siapa saja yang menduduki kursi legislative, dengan kouta 30 kursi untuk anggota DPRD HSS tersebut.

Uang Penghargaan Purnatugas  DPRD  HSS, Rp 1,75 Juta Per Tahun, Pengganti Antarwaktu Tidak Full
banjarmasinpost.co.id/hanani
Anggota DPRD Hulu Sungai Selatan Periode 2004-2019 saat melaksanakan sidang Paripurna beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Masa tugas Anggota DPRD Hulu Sungai Selatan periode 2014-2019 segera berakhir, setelah pelantikan anggota dewan baru yang dijadwalkan Agustus 2019 mendatang.

Saat ini, KPU HSS belum mengumumkan secara resmi siapa saja yang menduduki kursi legislative, dengan kouta 30 kursi untuk anggota DPRD HSS tersebut.

Seiring purna tugas anggota dewan periode tersebut, Pemerintah Kabupaten Pun telah menganggarkan uang penghargaan purna tugas. Dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Selasa 18 Juni 2019, Sekretaris DPRD HSS Zulkipli Thaufik menyebutkan, sesuai kemampuan keuangan daerah dan telah dianggarkan Pemkab HSS, satu anggota mendapatkan Rp 1.750.000 per tahun.

“Mereka yang melaksanakan masa tugas lima tahun, dikalikan lima, jadi Rp 1.750.000x5 = Rp 8.750.000,”kata Sekwan. Sedangkan untuk pengganti antawantu di HSS, tak menerima full, tapi dihitung masa baktinya. Di DPRD HSS, tercatat ada lima anggota dewan penganti antar waktu.

Baca: Komisioner KPU Provinsi Kalsel Serahkan Alat Bukti PHPU ke KPU RI untuk Sidang di MK

Mereka adalah Fiteri dari Partai Golkar yang menggantikan Sadiun, yang meninggal dunia setelah dua tahun duduk di DPRD HSS.

Selanjutnya, Hilmi Raji dari PDIP yang menggantikan H Ahmad Yazidi atau H Ateng, juga meninggal dunia setelah dua tahun melaksanakan tugas di dewan.

Anggota dewan PAW lainnya, Mardianyah dari PKS yang menggantikan Gazali Rahman yang kesandung kasus asusila, Rasul dari PKPI, yang menggantikan Haidir Sani yang pindah Partai ke Nasdem saat pendaftaran Caleg pada Pemilu 2019 tadi, serta M Isa Ansari dari PKS yang menggantikan Syamsuri Arsyad (wakil bupati HSS sekarang) saat mendaftar sebagai cawabup pada pIlkada 2018 lalu.

Sementara itu, untuk anggota DPRD baru, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari KPU. Namun, informasi yang dihimbun dari berbagai sumber di kalangan partai, 18 kursi dari 30 DPRDS HSS tersebut bakal diduduki wajah baru. Sisanya 12 kursi merupakan wajah lama. Parpol yang mendapatkan kursi pada Pemilu serentak 17 April  2019 itupun berkurang.

Baca: Perjuangan Putra Veronica Tan Demi Hidup Saat Ahok BTP Bersama Puput Nastiti Devi ke Sejumlah Negara

Perbandingannya. Pada periode 2014-2019, ada 11 Parpol yang meraih kursi, dengan rincian, enam kursi untuk PKS, lima kursi untuk Golkar, lima kursi untuk Nasdem, tiga kursi untuk Gerindra, tiga kursi untuk PKB, dua kursi untuk PDIP, dua kursi untuk Demokrat. Sedangkan PBB, PKPI, PPP dan Hanura hanya meraih masing-masing satu kursi.

Pada periode 2019-2024 mendatang, hanya sembilan parpol yang meraih kursi. Partai tersebut, PKS tujuh kursi, Nasdem tujuh kursi, Golkar empat kursi, PKB tiga kursi, PDIP tiga kursi, Gerindra dua kursi, PAN dua kursi serta PPP dan Demokrat masing-masing satu kursi. Dengan demikian ada dua partai yang kehilangan kursi, yaitu Hanura dan PKPI. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved